Netral English Netral Mandarin
00:19wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Amien Rais: Wibawa Pak Jokowi Merosot dengan Sangat Cepat

Selasa, 30-Maret-2021 23:45

Pendiri Partai Ummat Amien Rais
Foto : Istimewa
Pendiri Partai Ummat Amien Rais
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendiri Partai Ummat Amien Rais menilai, wibawa Joko Widodo (Jokowi) semakin merosot dari waktu ke waktu sejak dilantik menjadi presiden untuk periode kedua pada 20 Oktober 2019 lalu.

Hal itu disampaikan Amien dalam video berjudul 'Rezim Jokowi Makin Terpojok' yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official.

"Sejak Pak Jokowi dipilih kembali sebagai presiden untuk kurun waktu 20 Oktober 2019 sampai Oktober 2024, saya melihat aura atau wibawa yang cepat sekali merosot dari waktu ke waktu," kata Amien seperti dilihat netralnews.com, Selasa (30/3/2021).

"Namun Pak Jokowi masih punya waktu lumayan panjang 3 tahun 7 bulan untuk memenuhi janji-janji kampanyenya yang ketika dulu kita dengarkan memang cukup merdu melodinya di telinga sebagian besar rakyat," sambungnya.

Selain wibawa Jokowi yang dinilainya merosot drastis di periode kedua, Amien juga berpendapat bahwa telah terjadi kemunduran demokrasi secara cepat dan lambat laun menjadi oligarki pada periode pertama kepemimpinan Jokowi.

"Selama kurun waktu pertama itu, sesungguhnya saya amati telah terjadi proses backsliding, jadi kemunduran demokrasi secara sangat cepat menuju kepada semacam otoritarianisme dan demokrasi kita tiba-tiba menjadi oligarki yang cukup ganas," ujarnya.

Mantan Ketua MPR itu kemudian menyinggung soal pejabat di lingkaran dekat Presiden. Ia menyebut, anak buah Jokowi semakin lama semakin tidak bertanggung jawab dan haus kekuasaan.

"Saya melihat para courtier, para perubung Pak Jokowi di istana itu memang nampaknya semakin lama semakin nggak bertanggung jawab," ucap dia.

Amien mengingatkan, jika pejabat istana cuma bisa memuji dan memberikan informasi hanya untuk menyenangkan Presiden tanpa memberikan kritik atau masukan, maka hal tersebut bisa menghancurkan sang pemimpin.

"Siapapun yang diberikan kekuasaan oleh Allah, jangan sampai membiarkan courtier hanya mengisi ke telinga sang penguasa itu dengan hal yang bagus, tidak ada salahnya 'terus pak, terus pak, bapak top dan lain-lain,' tapi sesungguhnya itu malah menghancurkan sang pemimpin," paparnya.

Amien membeberkan, pada awal periode pertama kepemimpinan Jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan harapan yang terang dan memiliki tekad untuk memihak kepada kepentingan rakyat banyak.

"Sesungguhnya kalau saya harus terus terang ya, memang Pak Jokowi pada awal kepresidennya ada semacam ada harapan yang terang. Jadi nampak tekadnya ya katakanlah memihak kepada kepentingan rakyat banyak," paparnya.

"Ketika pada awal kepresidenan itu misalnya mengatakan 'kabinet kerja, kerja, kerja', ada Nawacita dan lain-lain yang menimbulkan harapan, tapi sekarang itu sudah tidak pernah dikuak lagi," tukas Amien.

Namun, lanjutnya, harapan dan tekad itu sirna lantaran Jokowi dikelilingi oleh orang-orang lingkaran istana yang haus kekuasaan. Ia menegaskan, para courtier itu bisa menimbulkan kecelakaan politik bagi pemimpin.

"Tetapi umumnya, courtier itu kemudian haus kekuasaan sehingga dia melihat kekuasaan sebagai 'doping', makin diminum makin ketagihan, dan itu sebuah kecelakaan politik bagi kebanyakan para penguasa, para pemimpin," ungkap Amien.

Menurut Amien, sikap orang-orang di lingkaran istana yang demikian membuat Jokowi seperti tidak lagi memimpin di sisa masa jabatannya sebagai presiden.

"Pada periode kedua yang masih 3 tahun 7 bulan, semakin kelihatan Pak Jokowi itu tidak memimpin lagi. Padahal memimpin membuat keputusan. Jadi nampak selalu gamang. Dan ini bahkan makin menggerus kepercayaan rakyat kepada presidennya, kepada Pak lurahnya," imbuhnya.

Jokowi, lanjut Amien, terlihat gamang, galau dan tidak yakin dalam membuat keputusan menyangkut nasib bangsa dan negara.

"Nampak sekali bahwa pada saat-saat di mana Pak Jokowi itu harus mengatakan sesuatu yang tegas menyangkut nasib bangsa dan negara, itu malah tidak berkata-kata," terangnya.

"Jadi untuk memutuskan sesuatu yang dampaknya itu cukup menentukan pada masa depan bangsa dan negara, itu malah kelihatan galau, tidak yakin diri, bahkan gamang dan menjadi lain sama sekali," jelas Amien.

Pada titik itulah mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini berpendapat jika wibawa Jokowi makin merosot. "Disini saya ingin mengatakan bahwa wibawa dari Pak Jokowi itu memang merosot dengan sangat cepat," pungkasnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati