Netral English Netral Mandarin
03:46wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Anak Aa Gym: Saya Layak Diam Ibu Diperlakukan Demikian? Netizen: Aku sih Udah Lama Menilai Gymnatium Munafikun

Senin, 07-Juni-2021 07:55

Aa Gym
Foto : Berita Heboh
Aa Gym
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perlakuan kasar Aa Gym kepada istri pertama Teh Ninih terkuak usai sang putra Aa Gym menyampaikan curahan hatinya kepada publik. 

Hingga kini, warganet masih menghebohkan kasus tersebut seperti terlihat di akun FB Mak Lambe Turah. Bahkan ada netizen yang mengaku sudah lama menilai Aa Gym sebagai sosok munafik.

MLT: “Aduh aduhhh aa gymmm.”

Andry Fardinal: “Ngomong di publik halis sopan, ngomong sm istri kasar, ulama munafik dong itu mah.”

Shaffya Zida: “Aku sih udah Lama menilai Gymnatium munafikun....jelaaaas komuk muna disorbanin.”

Sebelumnya diberitakan, Setelah menghebohkan publik dengan membongkar perilaku buruk Aa Gym kepada Teh Ninih, Muhammad Ghaza Al Ghazali kembali membuat pengakuan mengejutkan.

Dalam status akun Facebook pribadinya, anak Aa Gym dan Teh Ninih itu merespons tanggapan orang-orang atas pengakuan dirinya sebelumnya.

Ia meminta maaf, namun bukan maksudnya untuk mengumbar aib keluarga. Hanya saja, tersirat bahwa ia telah melakukan banyak hal, namun itu semua tak juga bisa menyelesaikan masalah.

Ghaza juga mengungkapkan bahwa ia tak bisa diam saja dengan apa yang tengah dialami oleh sang ibunda.

"Apakah anda pikir saya senang dengan kondisi seperti ini? Apakah anda pikir saya bahagia ketika ayah saya dihujat sana sini? Apakah anda pikir saya tidak mempertimbangkan efek dari tulisan saya? Apakah anda pikir saya tidak melakukan apapun selain mengumbar aib?" tulisnya, dikutip VIVA, Minggu, 6 Juni 2021.

"Saya tidak akan melakukan pembenaran terhadap apa yang saya lakukan. Ya, cara yang saya lakukan ini salah. Saya minta maaf kepada semuanya. Saya minta maaf atas kehebohan ini. Saya minta maaf kepada pihak manapun yang merasa dirugikan," tambahnya.

Meski begitu, ia meminta izin untuk menyampaikan isi hatinya, walaupun cara ini bukanlah cara terbaik untuk dilakukan saat ini.

"Bagaimana menurut anda? Jika, bicara baik-baik sudah, diskusi sudah, debat sudah, bicara dalil sudah, bicara qoul ulama sudah, meminta nasihat kepada ulama sudah, meminta ulama menasehati sudah, meminta bantuan kerabat sudah, meminta bantuan orang yang dihormati sudah, menyiapkan pengacara sudah. Daaaaan berbagai hal lainnya," ungkapnya.

"Anda pikir saya layak diam ketika ibu saya diperlakukan demikian? Lalu saya membiarkan ayah saya begitu saja? Anda tahu apa hasilnya? Saya dicap sombong dan durhaka. Ibu saya semakin di-bully, dibilang gak punya iman lah, gak bisa ngurus anak lah, dan masih banyak lagi," ungkapnya menjelaskan.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dirinya tak bisa diam ketika ulama-ulama yang menasihati dianggap sombong dan tak mengerti tauhid.

"Dan bagi ulama yang menasihati, dianggap sombong, tidak mengerti ilmu tauhid, ilmunya belum sampai. Terus saya harus diam? Kemudian anda berbicara kepada saya tentang dosa jariyah. Justru bagus dong, semua dosa yang ayah saya lakukan kepada ibu saya, sekarang saya yang menanggungnya, kurang berbakti apa saya? Begitu, kan?" tulisnya.

"Maaf, barangkali suara anda lebih didengar oleh ayah saya. Ketimbang suara saya, juga para ulama yang dianggap 'ilmunya belum sampai'," tutup Muhammad Ghaza Al Ghazali seperti dinukil Viva.co.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP