Netral English Netral Mandarin
16:19wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Analisa Teddy Soal Pelaku Bom Bunuh Diri: Dijebak atau Kena Gendam

Selasa, 30-Maret-2021 19:04

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Publik dihebohkan dengan aksi teror bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021). Peristiwa itu menyebabkan 20 orang yang terdiri atas masyarakat dan petugas keamanan gereja mengalami luka-luka.

Aksi bom bunuh diri itu dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah enam bulan lalu. Mereka menggunakan sepeda motor dalam menjalankan aksinya. Keduanya dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Terkait hal itu, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyampaikan analisanya soal orang-orang yang melakukan bom bunuh diri.

Menurutnya, ada dua kemungkinan pelaku melakukan aksi bom bunuh diri. Pertama, Teddy menduga pelaku dijebak sehingga tidak menyadari jika ada bom di tas atau kendaraan yang digunakannya.

"Analisis gue, pelaku bom bunuh diri itu tidak menyadari kalau ada bom di tas atau motornya. Mereka dijebak. Kenapa? Karena kalau benar "Jihad" langsung masuk surga dan ketemu bidadari. Udah duluan pimpinan mereka yang "Jihad". Orang-orang mesum itu udah pasti berebutan mati," tulis Teddy di akun Twitternya, dikutip netralnews.com Selasa (30/3/2021).

"Bisa saja pelaku itu disuruh kesana untuk berdebat dengan orang-orang di gereja tentang agama. Itu bagian dari doktrin "Jihad". Sampai disana, bom diledakan dari jarak jauh. Karena semesum- mesumnya para pelaku, tetap saja mereka takut mati," jelas Teddy.

Kemungkinan kedua, Teddy berpendapat pelaku terkena gendam. Sehingga saat menjalankan aksi bom bunuh diri itu, mereka dalam pengaruh sihir atau ilmu hitam.

"Analisis kedua, ini adalah gendam. Sudah jadi rahasia umum, para teroris yang berkedok agama, 100?alah orang- orang yang menyembah ilmu hitam," cuit Teddy.

"Orang-orang yang membawa bom untuk bunuh diri adalah orang-orang bodoh yang terkena gendam. Mereka mati dalam pengaruh sihir," pungkasnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati