Netral English Netral Mandarin
21:06wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Ancol Didemo Terus Gimana Ini Pak? Geisz: Tambahin Mic & Speakernya yang Gede, Emang Kenapa kalau Didemo?

Sabtu, 18-September-2021 11:05

Geisz Chalifah
Foto : Kolase Netralnews
Geisz Chalifah
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisaris Ancil, Geisz Chalifah mengisahkan pengalaman saat Ancol didemo oleh suatu kelompok. 

"Thn lalu Ancol didemo, lalu teman security bertanya. Pak Ancol didemo trs bgmn ini pak? Sy jwb: Tambahin mic & speakernya yg Gedeee. Emang knp kalau didemo?" kata  Geisz Chalifah, Jumat malam 17 September 2021.

“Tmn itu: Siap pak, baik pak kalau begitu sambil geleng2 kepala.  Tmn disebelah sy nyeletuk: Salah nanya orang di,” imbuhnya. 

Geisz kemudian menceritakan pula pengalaman dirinya dahulu sebagai seorang mahasiswa yang sering mengorganisir demo.

“Seorang yunior menelp, menanykan perihal demo yg terjadi ber-kali2 lalu dia bercerita pada korlap yg dilapangan. Elu demo di ancol smpe ileran ga bakalan....,” kata Geisz Chalifah.

“Korlapnya bertanya: mmg knp? Tmn itu ngasih tau: Yg ngajarin & ngajak gue demo jaman awal2:kuliah ya itu komisarisnya,” lanjutnya.

Kisah Geisz Chalifah bersamaan dengan penghargaan Jakarta sebagai kota paling demokratis. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai warga Ibu Kota kian matang dalam berdemokrasi setelah ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai provinsi paling demokratis tahun 2020. 

Menurut hasil survei BPS, DKI Jakarta meraih indeks 89,21 poin berdasarkan 3 aspek indikator demokrasi, sekaligus menempati peringkat pertama provinsi paling demokratis selama empat tahun secara berturut-turut. 

Ketiga aspek tersebut, antara lain pertama, aspek hak-hak politik sebesar 84,95 poin. Naik 1,09 poin dibandingkan dengan 2019 dan masuk ke dalam kategori baik. 

Kedua, aspek kebebasan sipil dengan raupan sebanyak 93,27 poin. Naik 2,26 poin dibandingkan dengan tahun lalu dan masuk ke dalam kategori baik. 

Ketiga, aspek lembaga demokrasi dengan raupan 90,86 poin. Berbeda dengan dua aspek sebelumnya, lembaga demokrasi menjadi satu-satunya indikator yang mengalami penurunan poin, yakni sebesar 1,03 poin dan masih masuk dalam kategori baik. 

"Angka pencapaian ini menunjukkan bahwa warga Jakarta semakin matang dalam berdemokrasi. Pertumbuhan demokrasi ini hanya bisa terwujud berkat kolaborasi seluruh stakeholder dan komponen masyarakat," tulis Anies dalam akun Instagramnya, Minggu (5/8/2021). 

Dia menambahkan, indeks demokrasi merupakan cermin bagi Ibu Kota untuk merefleksikan kekuatan dan kekurangan dalam berdemokrasi. 

Sekalipun capaian indeks demokrasi Jakarta tahun ini makin tinggi, lanjutnya, Anies menilai masih ada beberapa pekerjaan rumah.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati