Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:40wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Anda Punya Bisnis UKM? Kanada Menanti Produk Ini

Selasa, 09-Maret-2021 07:30

  Anda Punya Bisnis UKM? Kanada Menanti Produk Ini
Foto : Kemenparekraf
Anda Punya Bisnis UKM? Kanada Menanti Produk Ini
30

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) meluncurkan program pendampingan ekspor bagi 240 usaha kecil dan menengah (UKM) ke pasar internasional, khususnya sektor makanan dan jasa teknologi informasi melalui program Woman in Trade for Inclusive Sustainable Growth (WITISG).

Program ini merupakan hasil kerja sama Kemendag dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada dan menjadi bagian dari rangkaian kerja sama yang telah diinisiasi pada 2020.

Kegiatan dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan, Direktur Eksekutif TFO Kanada Steven Tipman, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Nasional Marolop Nainggolan, Direktur Program Asia TFO Kanada Zaki Munshi, serta para asosiasi pelaku usaha.

Kegiatan diikuti sekitar 350 peserta melalui aplikasi zoom dan disiarkan melalui kanal youtube Kemendag.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, melalui kerja sama ini Kemendag dan TFO Kanada berupaya memfasilitasi perempuan pelaku UKM Indonesia melalui pembinaan secara intensif agar dapat masuk ke pasar Kanada atau pasar internasional lainnya.

Kasan menjelaskan,ruang lingkup kerja sama meliputi dukungan kegiatan promosi ekspor Indonesia yang mencakup perdagangan produk dan jasa dengan fokus khusus pada sektor yang melibatkan peran perempuan.

Selain itu,TFO akan membantu pengembangan pasar dan promosi produk makanan serta produk jasa, caranya dengan memanfaatkan metode promosi inovatif,seperti pameran virtual serta memberikan informasi yang ditujukan untuk mendukung pengembangan ekspor terutama di pasar Kanada bagi eksportir Indonesia.

“Diharapkan melalui dukungan tenaga ahli TFO Canada yang memiliki perspektif global dan bisnis yang berkelanjutan bagi eksportir perempuan Indonesia, program pendampingan ini akan memberi dampak bagi kinerja ekspor nonmigas Indonesia, khususnya di sektor makanan olahan dan jasa teknologi informasi,” ujar Kasan.

Dikatakan Kasan, pada program ini, UKM terpilih akandiberikan pembinaan secara langsung oleh tenaga ahliKanada dandiikutsertakan pada program misi dagang, misi dagang virtual, misi pembelian, sertapameran dagang di Kanada dan Amerika Serikat. UKM juga mendapat fasilitas melalui program Market Entry Studymengenai strategi untuk memasuki pasar Kanada, pembinaan bagi Trade Support Institutions (TSIs) melalui pembinaan lokal trainer pada Training of Trainers (ToT), lokal Gender Equality and Social Inclusion(GESI), serta konsultasi melalui lokakarya peningkatan kapasitas untuk anggota dewan dan manajemen TSIs.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani