Netral English Netral Mandarin
18:32wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Andi Arief Curiga Peretasan Akun Rachland Nashidik Melibatkan Oknum di Telkomsel

Senin, 09-Agustus-2021 17:00

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief
Foto : Istimewa
Politisi Partai Demokrat, Andi Arief
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Badan Pemenangan Pilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, curiga kalau peretasan terhadap akun Rachland Nashidik pada Minggu (8/8/2021) malam melibatkan oknum di PT Telkomsel.

Hal itu ia katakan melalui akun Twitter-nya, @AndiArief__, Senin (9/8/2021).

"Apakah pencuri akun @rachlandnashidik orang biasa? Bisa ya bisa tidak. Namun jika masuk melalui meretas nomor HP yang bersangkutan, bisa jadi atau mungkin saja bekerja sama dengan Telkomsel. Rahlam Nashidik menggunakan no Telkomsel," katanya.

Terpisah melalui akun barunya, @RachlandNash, Rachland Nashidik bahkanmeminta penjelasan Telkomsel terkait peretasan akun @RachlandNashidik miliknya pada Minggu (8/8/2021) malam.

Dia menjelaskan, kejadian bermula ketika saat ia akan mengirim tweet, tiba-tiba saja akunnya keluar (log out) sendiri, kemudian ada SMS masuk ke nomor GSM-nya dari Twitter, yang isinya kode reset password akunnya.

Padahal, kata mantan Wasekjen Partai Demokrat itu, ia tidak pernah meminta.

"Pembajak kelihatannya menggunakan mekanisme "lupa password" untuk mengambil alih akun saya. Itu sebabnya ada SMS masuk dari Twitter berisi kode reset password ke nomor GSM saya. Tapi jika benar, bagaimana pembajak mengetahui kode reset itu? Apakah Telkomsel bocorkan isi sms saya?" tanyanya.

Rachland pun meminta Telkomsel menjawab, apakah perusahaan plat merah itu akan membuka akses kepada SMS pelanggan bila diminta oleh pihak di dalam lingkaran kekuasaan negara dan politik?

"Semoga tidak. Sebab hal itu adalah pelanggaran sangat serius kepada warga negara bukan pelaku. Kejahatan," ujarnya.

Peretasan akun media sosial memang bukan menjadi hal yang aneh di Indonesia, terutama sejak Jokowi menjadi presiden RI pada 2014 hingga sekarang, karena di era ini peretasan begitu sering terjadi. Korban peretasan pun umumnya orang-orang atau pihak yang berseberangan dengan pemerintah.

Pada 2019, akun Rocky Gerung dan Muhammad Said Didu juga diretas, sehingga mereka membuat akun baru.

Pada Juni 2021 lalu, setelah memberi julukan The King of Lip Service kepada Jokowi, akun media sosial beberapa pengurus BEM UI juga diretas.

Hingga kini siapa pelakunya, tidak pernah jelas karena belum ada yang ditangkap, meski pada Agustus 2020 lalu beberapa media melapor ke Polda Metro Jaya karena website mereka juga diretas.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP