Netral English Netral Mandarin
12:19wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Andi Arief Dipolisikan, Elit Demokrat Sindir Uki: Contoh Kader Partai Kampungan

Kamis, 17-Juni-2021 14:15

Istimewa
Foto : Eks Jubir PSI, Dedek Prayudi atau Uki
Istimewa
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution menyebut eks jubir PSI Dedek Prayudi (Uki) sebagai contoh kader partai kampungan.

Hal tersebut disampaikan Syahrial gara- gara Uki mempolisikan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief karena diduga melakukan pengancaman melalui media sosial.

Adapun alasan Uki mempolisikan Andi Arief adalah untuk menjaga demokrasi agar tidak tercederai dengan sikap ancam mengancam.

"Ini contoh kader partai kampungan. Mencari eksistensi mendompleng sejarah," tulis Syahrial di akun Twitternya, Rabu (16/6/2021).

Alasan Uki soal demokrasi, dinilai Syahrial salah sasaran. Menurutnya, Uki kurang informasi mengenai sepak terjang Andi Arief sebagai aktivis demokrasi.

"Kalo kurang baca, googling aja @Andiarief_ dan sepakterjangnya sebagai aktivis demokrasi. Dia pernah diculik, disiksa, di penjara tanpa hukum," katanya.

"Kok ditantang pake Lap Polisi? Kalau mau adu argumen, ya kreatiflah," pungkas @syahrial_nst.

Sebelumnya, Dedek Prayudi atau Uki melaporkan pemilik akun @Andiarief_ ke Polda Metro Jaya karena diduga melakukan pengancaman melalui media sosial. Akun tersebut milik Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief.

"Barusan saya buat Laporan Polisi terhadap pemilik akun @Andiarief__ atas perkara pengancaman melalui media elektronik," tulis Uki di akun Twitternya, @Uki23, Selasa (15/6/2021).

Uki mengatakan, alasan dirinya mempolisikan pemilik akun @Andiarief_adalah untuk menjaga demokrasi agar tidak tercederai dengan sikap ancam mengancam.

"Ini bukan soal Uki dan pemilik akun AA. Ini soal Demokrasi. Demokrasi tidak boleh dicederai ancam mengancam dengan kekerasan," katanya.

Uki menambahkan, pentingnya kasus tersebut diproses hukum supaya ke depannya tidak ada lagi orang yang merasa punya power bebas mengancam orang biasa.

"Jangan sampai ada lagi orang biasa kayak saya diancam "persekusi" karena seseorang yang punya power merasa disenggol," kata @Uki23.

"Jangan sampai korban-korban itu justru yang disalahkan. Doakan semoga semua akan baik-baik saja, demokrasi terjaga," jelasnya.

Di akun Twitternya itu, Uki juga mengunggah surat laporan polisi terhadap akun Andi Arief. Laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/3083/VI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya/Tanggal 15 Juni 2021.

Terlapor dalam hal ini pemilik akun Twitter @Andiarief_, dilaporkan dengan sangkaan Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan atau Pasal 29 Jo Pasal 45B UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Diketahui, kasus ini bermula dari politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana yang mengomentari cuitan Uki soal kondisi keuangan negara yang sedang sulit.

"Tumben @uki23 ngakuin keuangan negara lagi sulit. Habis mabok apa lo?" sindir @panca66, Minggu (13/6/2021).

Sindiran Panca itu dibalas Uki dengan mengunggah kolase foto Andi Arief yang berada di balik jeruji besi. Foto tersebut pernah dimuat media saat Andi Arief terjerat kasus dugaan kepemilikan narkoba pada 2019 lalu.

Foto tersebut membuat Andi Arief meradang hingga akhirnya ia mengancam akan mencari rumah Uki dan melakukan hukum jalanan (street justice).

"Anak satu ini sudah bloon, enggak tahu diri. Tunggu saja nanti gue cari kediamannya, kan enggak sulit-sulit amat. Jangan salahin kalau gue memilih street justice," balas @Andiarief_.

Tak cukup sampai di situ, Andi Arief juga sempat menyinggung soal kasus relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, yang diculik dan dianiaya oleh sekelompok orang pada September 2019 lalu.

"Nanti kalau sudah kayak Ninoy baru ngejerit. Biar nanti terserah dia mau cari backup siapa," kata @Andiarief_.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati