Netral English Netral Mandarin
08:32wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Andi Arief Sentil Jokowi, Rustam: Sifat SBY Peragu dan Lambat Buat Keputusan

Jumat, 23-Juli-2021 15:27

Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
Foto : Twitter
Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim mengomentari cuitan Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang berandai-andai Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat keputusan besar berupa pengetatan atau lockdown nasional selama 4 minggu untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Rustam menyebut, seandainya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi presiden di masa pandemi ini, dirinya ragu presiden keenam itu berani membuat keputusan besar seperti yang dicontohkan Andi tentang Presiden Jokowi.

Pasalnya, Rustam menilai, SBY adalah sosok pemimpin yang peragu dan lambat dalam membuat keputusan.

"Saya tidak percaya Presiden SBY berani membuat keputusan besar seperti Anda contohkan, mengingat sifat SBY peragu, "undecisive" & lamban membuat keputusan," tulis Rustam di akun Twitter-nya, Jumat (23/7/2021).

Rustam melanjutkan, sebagai rakyat, ia menyaksikan bagaimana sikap SBY yang ragu-ragu dalam membuat keputusan selama dua periode menjadi presiden.

Bahkan, Rustam menyinggung pernyataan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif pada 2008 silam saat SBY masih berkuasa dan didampingi Wapres Jusuf Kalla (JK). Kala itu, Buya menyebut  JK adalah The Real President. 

"Sebagai warga, itu saya saksikan sepanjang 2004-2014. Sampai-sampai Buya Syafi'i Maarif mengatakan:  Wapres JK the 'Real President," cuit Rustam Ibrahim.

Sebelumnya, Andi Arief berandai-andai Presiden Jokowi membuat keputusan besar dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Dalam pengandaian Andi, Presiden Jokowi memutuskan pengetatan lockdown nasional selama 4 minggu serta memberikan bantuan tunai Rp500 per minggu kepada rakyat yang terdampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter-nya, Kamis (22/7/2021). Ia mencontohkan bagaimana Presiden Jokowi mengumumkan keputusan besar itu ke publik.

"Saya, Jokowi Presiden RI. Memutuskan upaya besar dilakukan dengan "lockdown Nasional" 4 minggu. Pembangunan infrastruktur dan tidak mendesak Ibu kota baru saya tunda. Adapun 100 jt rakyat terdampak diberikan BLT per minggu 500 ribu. Saya gak pelit sama rakyat," tulis Andi Arief di akun Twitter-nya, Kamis (22/7/2021).

"CONTOH Keputusan besar," cuit @Andiarief_.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati