Netral English Netral Mandarin
20:17wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Andi Arief: Siapa yang Bisa Menangkap Harun Masiku? Apa Mungkin Mengorbankan Hasto Sekjen PDIP?

Rabu, 25-Agustus-2021 13:58

Andi Arief
Foto : Istimewa
Andi Arief
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Demokrat, Andi Arief mengomentari keberadaan Harun Masiku yang hingga kini belum juga ditangkap. 

“Siapa yang bisa menangkap Harun Masiku di Luar negeri? Menkopolhukam, Deplu, dan kepolisian. KPK gak mungkin bisa melakukan itu. Banyak keterbatasan. Nazarudin dan Nunun bisa ke pangkuan ibu pertiwi karena peran negara. Tapi apa mungkin  mengorbankan Hasto Sekjen PDIP?” kata Andi Arief melalui akun Twitternya, Rabu 25 Agustus 2021.

“Kecurangan Pemilu, Hasto Sekjen PDIP dan kepulangan Harun Masiku sangat menarik untuk dijadikan tema skripsi mahasiswa S1 fisip,” imbuh Andi Arief.

Untuk diketahui, sebelumnya Wakil Ketua KPK bidang Penindakan Nawawi Pomolamo mengaku telah meminta Plt Direktur Penyidikan Brigjen Setyo Budi dan Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Karyoto untuk mengevaluasi kinerja tim pemburu Harun Masiku. Sebab sejak masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 27 Januari lalu, hingga kini jejak tersangka suap itu tak terlacak."Bagaimana progresnya, apa kendalanya? Kalau memang butuh Tim Satgas pendamping atau penambahan personel, silahkan," kata Nawawi seperti dinukil detik.com, Jumat (14/8/2020).

Opsi tim pendamping atau tambahan personel ditawarkan mengingat tim satgas penyidikan ini tak terlibat dalam proses penyelidikan kasus Harun Masiku sejak awal.

Selain dua pejabat KPK tadi, Nawai Pomolango mengaku secara intens meminta penjelasan langsung dari tim satgas.

"Salah satu alasan yang mengemuka, Harun Masiku kemungkinkan tak menggunakan perangkat telekomunikasi sehingga tak terdeteksi oleh alat sadap KPK," ujar Nawawi.

Tentang kemungkinan Harun Masiku telah meninggal dunia seperti sinyalemen Koordinator Masyarakat Antikorupsi, Boyamin Saiman, dia tak mau ikut menyimpulkan demikian. "Itu kan karena Pak Boyamin punya informan belum mendapatkan data jadi disimpulkan demikian. Jadi sebaiknya kita tunggu sajalah (kapastiannya)," kata Nawawi.

Harun Masiku jadi tersangka bersama eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful sejak 9 Januari. Saeful dan Harun dijerat sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya. Uang suap itu diberikan dengan maksud agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan pergantian antarwaktu di Partai PDI Perjuangan dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Dapil I Sumsel kepada Harun Masiku dapil I Sumsel.

Pada bagian lain, Nawawi Pomolango yang pernah memenjarakan Ketua MK Patrialis Akbar, Ketua DPD Irman Gusman, dan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq berbicara soal lika-liku penangkan mantan Sekjen MA Nurhadi, ketidaksetujuannya menghidupkan kembali tim pemburu koruptor, hingga perlunya menerapkan UU Pencucian Uang kepada setiap penyelenggara negara yang korupsi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati