Netral English Netral Mandarin
17:56wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Andi Arief Tanya Jokowi Soal Stok Vaksin, Rustam: Anda Lihat Saja Setiap Hari, Ada Tidak yang Divaksinasi?

Minggu, 18-Juli-2021 22:29

Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
Foto : Twitter
Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim mengomentari cuitan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab dengan jujur apakah stok vaksin Covid-19 masih ada atau tidak.

Rustam menyarankan agar Andi Arief yang meragukan ketersediaan vaksin untuk bisa melihat langsung di lapangan setiap hari apakah ada atau tidak masyarakat yang divaksinasi. Pasalnya, lanjut Rustam, mustahil ada vaksinasi kalau tidak ada stok vaksin.

"Anda lihat saja setiap hari, ada tidak rakyat yang divaksinasi? Mustahil ada vaksinasi jika tidak ada stock vaksin," tulis Rustam di akun Twitter-nya, Minggu (18/7/2021).

Sebelumnya, Andi Arief mempertanyakan ketersediaan vaksin Covid-19 bagi rakyat Indonesia. Ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berterus terang apakah stok vaksin Covid-19 masih ada atau tidak.

"Apapun putusan Pak Jokowi soal menangani pandemi ini, saya berharap satu hal: mohon terus terang sebeneranya stock vaksin ada apa enggak. Jawab yang jujur," tulis Andi di akun Twitter-nya, Minggu (18/7/2021).

Andi mempertanyakan hal itu karena ia mengaku mendengar kabar bahwa jumlah masyarakat divaksin tak seindah yang disampaikan Jokowi.

"Kabarnya jumlah yang divaksin tidak seindah yang dikemukakan Pak Jokowi," cuit @Andiarief_.

Seperti diberitakan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa Indonesia tidak ada masalah soal stok vaksin.

Pasalnya, Luhut menyebut pemerintah telah mengamankan stok vaksin Covid-19 sebanyak 480,7 juta dosis.

“Indonesia telah mengamankan stok vaksin 480,7 juta. Jadi kita pada dasarnya tidak ada masalah,” kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Dengan pasokan sebanyak itu, maka vaksinasi Covid-19 bisa dikebut. Luhut memaparkan, rata-rata vaksinasi pada Juli ini telah mencapai 1 juta per hari. Pihaknya menargetkan 31 juta vaksin disuntikkan pada bulan ini.

"Untuk vaksinasi, Juli ini rata-rata 1 juta per hari saya laporkan, kadang-kadang bisa 1 juta, kadang lebih, kadang di bawah, kita ingin 31 juta vaksinasi bulan ini. Vaksinasi dilakukan oleh pemerintah daerah, TNI, dan Polri," jelasnya.

Diketahui, pemerintah melaporkan bahwa hingga 17 Juli 2021 kemarin, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 41.268.627 orang atau 19,82 persen.

Sementara jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua mencapai 16.217.855 orang atau 7,79 persen.

Pemerintah menargetkan 181,5 juta orang divaksin secara nasional. Jumlah ini setara dengan 70 persen penduduk Indonesia. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati