Netral English Netral Mandarin
banner paskah
22:00wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Wow! Sebut Bukan Desas-Desus, AA Tunjukkan 7 Poin Moeldoko Gila-Gilaan Mau Ambil Alih Demokrat

Kamis, 04-Maret-2021 15:17

Andi Arief dan Moeldoko
Foto : Kolase Pikiran Rakyat
Andi Arief dan Moeldoko
44

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Demokrat, Andi Arief  secara mengejutkan mengungkap 7 poin upaya kudeta yang menurutnya akan dilakukan oleh Moeldoko dan para pendukungnya. 

Pernyataan tersebut diungkap Andi Arief melalui akun pribadinya, Kamis (4/3/21). Berikut pernyataan lengkap Andi Arief seperti dikutip Netralnews.com. 

1. Ini bukan desas desus Pak Muldoko dan sebagian kader akan melakukan kudeta.  Temuan tim kami terjadi di Hotel The Hill di Sibolangit Kab Deli Serdang,.

2.Setelah tim kami sampai di Lokasi, Meminta Informasi Ke Reception menanyakan Kegiatan Demokrat akan Tetapi Receptionist menjawab Kegiatan Demokrat  tdk ada akan ttp.yg Ada Kegiatan GAMKI ( Gerakan Angk Muda Kristen Indonesia ) yg dilaksanakan Selama 3 hari Kamis, Jumat & Sabtu

3. Setelah Kami Cek meminta siapa yg datang Tamu2 dari Luar kota maka diTemukan Sejumlah Nama Nama Seperti : Jhoni Allen, Nazarudin, Marzuki Ali, Moldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max.Sopochua..dll.

4.  Nama2.tsb diatas Jhoni Allen Marbun Belum Chek in, Rencana Mereka.akan check In Hari Jumat. Info Reception. Pada jam 24.00 wib ditemukan dilapangan ajudan Jhony allen Yaitu Roy Simanjuntak dan Ketua GAMKI Sumut Landen Marbun lagi Meninjau Hall Kegiatan Acara.

5.  Dilokasi Kegiatan Belum ditemukan Atribut Partai Demokrat. Dari Daftar list tidak ad ada ditemukan Para Ketua DPC Se-Sumatera Utara. Kalau ada nama2 bukan mantan pengurus yang sudah tidak menjabat lagi di dpd dan DPC beberapa propinsi dan kabupaten

6.Seperti yg pernah kami sampaikan  Pak Moeldoko akan menggunakan cara gila2an yang penting ada KLB tanpa izin majelis tinggi dan mengjkutsertakan peserta ilegal.

7. Bayangkan untuk mengkudeta demokrat menggunakan dan memanipulasi nama GAMKI pun dilakukan. Seperti diketahui  DpD dan DPC demokrat resmi semua solid tidak mengikuti KLB nekad ini.

Mengaku Tak Tahu

Sementara sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko sempat menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut namanya terkait upaya kudeta partai tersebut.

Moeldoko mengatakan bahwa dirinya tidak mengikuti perkembangan isu tersebut. Jenderal bintang empat ini kembali membantah tudingan atas dugaan keterlibatan dirinya pada upaya kudeta Partai Demokrat.

“Seperti yang tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu [upaya kudeta],” katanya di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Selama empat pekan terakhir, Moeldoko mengaku sedang berkonsentrasi pada persiapan acara pernikahan putri terakhirnya. Alhasil dia tidak mengikuti perkembangan terkait dugaan kudeta tersebut.

“Dalam tiga minggu terakhir ini saya sibuk mengurus itu [pernikahan putrinya] tiga empat minggu terakhir ini sehingga saya nggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu. Saya pikir sudah selesai,” terangnya.

Sebelumnya, SBY menyebut langsung nama Moeldoko yang diduga sebagai salah satu aktor dalam upaya kudeta Partai Demokrat. Dia menyebut bahwa upaya pengambilalihan kekuasaan partai itu tidak diketahui oleh Presiden Joko Widodo.

Melalui saluran Youtube Partai Demokrat, SBY menyebutkan bahwa secara pribadi dirinya meyakini bahwa Presiden memiliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu.

“Secara pribadi saya sangat yakin bahwa yang disebutkan Moeldoko adalah diluar pengetahuan Presiden Jokowi. Saya juga yakin bahwa presiden jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan prilaku pembantu dekatnya itu,” katanya dikutip Kamis (25/2/2021).

Dia menuturkan bahwa partai bintang mercy itu justru berpanjangan bahwa yang dilakukan Jenderal bintang empat itu sangat menganggu dan merugikan nama baik dirinya sendiri.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto