Netral English Netral Mandarin
03:21wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Anggota Komisi I DPR Geram dengan Aksi Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Papua

Rabu, 28-Juli-2021 21:27

Anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal
Foto : DPR.goid
Anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR Muhammad Iqbal mengecam keras aksi biadab oknum TNI AU yang menginjak kepala seorang warga di Merauke, Papua. 

Iqbal makin geram manakala mengetahui pria yang dianiaya oknum TNI AU itu seorang tunawicara.

"Seharusnya sebagai prajurit TNI dapat memberikan contoh serta perlakuan baik di masyarakat," kata Iqbal kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

"Seandainya jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum atau tindakan dapat mengganggu ketertiban umum di lakukan oleh warga hendaknya sebagai prajurit TNI dapat mengamankan keadaan secara baik dan manusiawi serta menyerahkan persoalan tersebut ke polisi, agar ditindaklanjuti oleh pihak berwajib," ujarnya.

Karena tindakan oknum TNI AU sudah di luar batas kemanusiaan, maka Iqbal mendesak agar oknum TNI AU tersebut di kenakan sanksi dan hukuman atas perbuatan mereka lakukan karena sudah mencoreng citra TNI di masyarakat.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik itu terlihat dua anggota berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang pria. Salah satu anggota TNI AU itu menginjak kepala pria yang belakangan diketahui merupakan seorang tunawicara.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, insiden itu terjadi di salah satu warung makan di Merauke pada Senin (26/7/2021).

Saat itu, terjadi keributan antara seorang warga yang diduga mabuk dan pemilik warung makan. "Insiden yang diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk dengan pemilik warung," kata Indan Gilang dalam keterangannya.

Saat itulah, lanjut Indan, oknum POM AU datang ke lokasi dan berupaya melerai warga yang mabuk itu dengan pemilik warung. Saat proses penahanan warga yang mabuk itulah terjadi tindakan menginjak kepala yang dilakukan oleh salah satu oknum TNI AU tersebut. 

"Melibatkan dua anggota POM AU yang bermaksud melerai, kini dalam penanganan petugas Lanud Merauke," jelasnya.Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meminta maaf. Fadjar menyebut hal itu merupakan kesalahan anggotanya. 

"Hal ini terjadi semata-mata memang karena kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga apalagi dari berupa perintah kedinasan," ujar Fadjar lewat sebuah video yang diunggah akun Twitter @_TNIAU, Rabu (28/7/2021).

 

Fadjar menyebut pihaknya akan mengevaluasi anggotanya. Dia berjanji akan menindak tegas oknum TNI AU yang menginjak kepala warga. 

"Saya selaku Kepala Staf Angkatan Udara ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua khususnya warga di Merauke, khusus lagi kepada korban dan keluarganya," ungkap Fadjar.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati