Netral English Netral Mandarin
23:54wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Anggota DPR Usul Pemilu 2024 Digelar Minimalis, Kampanye Pilpres Cukup 3 Bulan

Jumat, 17-September-2021 10:20

Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang
Foto : Istimewa
Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi II DPR, Junimart Girsang, mengusulkan agar Pemilu Serentak 2024 mendatang diselenggarakan secara minimalis, sebagai upaya untuk menghemat anggaran yang harus ditanggung negara.

Menurutnya, jika Pemilu Serentak 2024 yang terdiri dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) serta pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) semakin lama tahapan penyelenggaraannya, maka akan semakin besar anggaran negara yang dihabiskan.

Hal tersebut disampaikan Junimart dalam rapat pembahasan keputusan pelaksanaan Pemilu 2024 Komisi II DPR bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Ketua KPU Ilham Saputra serta Ketua Bawaslu Abhan dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) Muhammad, Kamis (16/9/2021).

"Anggaran penyelenggaraan pemilu ini harus kita perhatikan, karena menyangkut situasi ekonomi sekarang. Sehingga sebaiknya penyelenggaraan tahapan pemilu dibuat minimalis saja. Menyangkut anggaran semakin lama tahapan maka akan semakin tinggi anggaran yang dihabiskan," katanya.

Terkait itu, Junimart mengusulkan agar masa kampanye Pilpres dan Pileg dipersingkat menjadi 3 bulan, sedangkan untuk masa kampanye Pilkada cukup 45 hari.

"Sebaiknya untuk tahapan pemilu seperti masa kampanye Pilpres dan Pileg, penyelenggaraannya dibatasi cukup selama tiga bulan saja. Begitu juga dengan Pilkada kampanyenya cukup 45 hari saja, dengan pertimbangan bentuk dukungan kita terhadap Pemerintah dalam menurunkan penyebaran kasus Covid-19," ujarnya.

Politisi PDIP itu juga menyoroti soal konflik atau irisan-irisan yang terjadi pasca pemilu yang sebelumnya menjadi alasan bagi KPU dan Bawaslu serta DKPP untuk meminta agar tahapan penyelenggaraan pemilu diselenggarakan dengan durasi panjang sebagaimana pada penyelenggaraan Pilpres 2019 silam.

Junimart menilai, hal tersebut hanya sebatas produk politik yang semestinya dapat dicegah agar tidak terjadi pada pemilu 2024 mendatang oleh para pimpinan partai politik.

"Terkait konflik politik dan irisan-irisan yang terjadi pasca pemilu, menurut saya ini adalah sesuatu yang sebenarnya kita ciptakan sendiri. Dan irisan-irisan atau konflik ini sebenarnya juga bisa kita antisipasi agar tidak terjadi," paparnya.

Junimart menekankan bahwa seharusnya penggunaan anggaran pada pemilu 2024 mendatang lebih di optimalkan peruntukannya kepada pembayaran honor dari para tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di lapangan.

Sebelumnya KPU mengusulkan masa kampanye Pemilu 2024 diperpanjang menjadi 7 bulan. Hal itu berbeda dengan usulan awal KPU yaitu 4 bulan masa kampanye pemilu.

"Dengan durasi kampanye pemilu selama 120 hari yaitu 21 Oktober 2023 sampai 17 Februari 2024 maka proses pengadaan yang berkaitan dengan calon hanya berlangsung selama kurang lebih 4 bulan," kata Ketua KPU RI Ilham Saputra.

Ilham menjelaskan alasan menambah masa kampanye ini berkaitan dengan distribusi logistil ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P