Netral English Netral Mandarin
21:21wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Anggota FUI Tak Mau Belajar dari Kasus HRS dan Pendukungnya? Netizen: Gak Kapok-Kapok Ormas Ginian...

Sabtu, 10-April-2021 08:15

Anggota FUI bubarkan pertunjukan Kuda Lumping
Foto : Inews.id
Anggota FUI bubarkan pertunjukan Kuda Lumping
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Forum Umat Islam (FUI) Sumut yang sempat melakukan aksi pembubaran pertunjukan Kuda Lumping dan bentrok dengan  warga Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, beberapa waktu lalu bakal dicokok polisi.

Berita ini menarik perhatian warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu (10/4/21), banyak netizen mendukung tindakan polisi. Ada yang berpikiran seolah FUI tak mau belajar dengan kasus Habib Rizieq Shihab dan para pendukungnya. 

MLT: “Mantaplah... Negara tak boleh kalah dengan perilaku tak semena2.”

Munthe Ra: “Meludahi bisa kena pasal prokes loh... Kan covid menularnya dr percikan liur.”

Jro Bantug: “Gak kapok kapok ormas ginian bkin maslah,gak ngaca si rijik aja di sel,yg kek gini lagi buat maslah.”

Dedi Priyatna: “Bubarkan saja ormas FUI.”

Arifin Sulton: “Golongane orang geblek tuh ..selalu bikin onar hobynya.”

So Brian: “Binatang beragama.”

Fajar Setiawan: "ALHAMDULILLAH...."

Sebelumnya diberitakan, polisi terus mengusut kasus pembubaran pertunjukan kuda lumping yang berujung bentrok antara Forum Umat Islam (FUI) Sumut dengan warga Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Sumut Komnbes Pol Hadi Wahyudi mengatakan dari hasil penyidikan, kepala lingkungan XI di Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala lingkungan itu berinisial S. S ini juga merupakan anggota FUI Medan.

"Iya, ada yang sudah ditetapkan (tersangka), inisial S dari Kepling (kepala lingkungan), dia juga bagian dari ormas FUI," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, kepada wartawan, Jumat (9/4).

Kata Hadi penetapan tersangka S terkait video viral laporan penghinaan saat kericuhan. Namun Hadi belum merinci apa penghinaan yang dilakukan S. Berdasarkan rekaman video yang beredar, diketahui S meludahi salah seorang warga sebelum terjadi kericuhan.

"(Tersangka) Penghinaan, itu nanti didalami lagi, yang jelas kasus yang dihadapi terkait penghinaan," ujar Hadi

Selain laporan penghinaan yang dilakukan S, kata Hadi, institusinya juga memeriksa laporan FUI soal penganiyaan dan pelanggaran protokol kesehatan pertunjukan kuda lumping itu.

"Hasil gelar perkara kasus keributan acara kuda kepang (kuda lumping) itu telah dilakukan Dit Reskrimum Polda Sumut dan berkas perkaranya yang sebelumnya ditangani oleh Polsek Medan Sunggal, sekarang sudah dilimpahkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan dan dibackup Poldasu," ujarnya.

Terkait insiden yang terjadi Hadi mengimbau masyarakat untuk menahan diri, saling menghormati, tidak mudah tersulut dan terprovokasi atas kasus tersebut.

"Kami sebagai penegak hukum akan profesional dalam menangani perkaranya. Mari kita sama-sama saling menjaga keharmonisan sesama warga masyarakat," ujar dia.

Video aksi pembubaran kuda lumping yang diduga dilakukan anggota organisasi masyarakat (Ormas) Forum Umat Islam (FUI) di Kota Medan begitu menghebohkan.

Di cuplikan video viral yang beredar, selain terlihat adu pukul juga tampak keributan yang dimulai, lantaran anggota FUI meludahi seorang warga.

Ketua FUI Medan, Nursarianto tidak menampik ada anggotanya yang meludahi warga, saat pembubaran. Peristiwa itu terjadi di Kelurahan, Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal. Anggota yang meludahi warga bernama Saiin.

"Dia itu Kepling setempat yang juga anggota FUI Medan," ujar Ketua FUI Medan Nursarianto seperti dinukil  Kumparan (8/4).

Kata Nursarianto anggotanya tersebut marah karena perlakuan seorang perempuan yang terus memaki-makinya, saat tidak mau dibubarkan. Keadaan itu membuat Kepling itu emosi.

"Untuk melampiaskan kekesalannya serta jangan sampai terjadi pemukulan, maka dia pilih dengan cara tindakan ringan yaitu meludah. Tapi intinya pembubaran itu karena tidak ada izin dan melanggar Prokes COVID-19," ujar Nursarianto.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto