Netral English Netral Mandarin
20:24wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Angka Kematian Covid-19 Dihapus, Anak Buah AHY: Pemerintahan Ini Sudah Gagal!

Kamis, 12-Agustus-2021 22:07

Elit Partai Demokrat Rachland Nashidik
Foto : Istimewa
Elit Partai Demokrat Rachland Nashidik
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Elit Partai Demokrat Rachland Nashidik terus mengkritisi kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan pandemi Covid-19.

"Kekacauan penanganan pandemi harus terus disoroti," tulis Rachland di akun Twitternya, @Rachlannashidik, Rabu (11/8/2021).

Salah satu kebijakan pemerintah yang dikritik Rachland yakni soal dikeluarkannya angka kasus kematian dari indikator penanganan Covid-19 dengan alasan ditemukan masalah dalam input data akumulasi dari kasus kematian.

"Pada 10 Agustus, warga negara Indonesia yang dilapirkan mati karena Covid naik menjadi 2.048 jiwa. Pada hari yang sama, diberitakan Pemerintah memutuskan akan menghapus angka kematian dari indikator penanganan pandemi," katanya.

Rachland menentang kebijakan itu. Ia menilai pemerintah tidak menghargai kehidupan. "Bagi saya, ini samasekali tak bisa diterima. Sebuah pemerintahan yang menutupi angka kematian, niscaya tak menghargai kehidupan," ujarnya.

Rachland bahkan menyebut keputusan mengeluarkan angka kematian dari indikator penanganan Covid-19 menjadi bukti kegagalan pemerintahan Jokowi. 

"Ini adalah bukti paling keras dan kasar bahwa Pemerintahan ini sudah gagal!" tegas anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutuskan mengeluarkan angka kasus kematian dari indikator penanganan Covid-19 lantaran ditemukan masalah dalam input data akumulasi dari kasus kematian beberapa pekan sebelumnya.

Koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dengan dikeluarkannya angka kematian dari indikator penanganan Covid-19, terdapat 26 kota dan kabupaten yang level PPKM-nya turun dari level 4 ke level 3. Hal itu, lanjutnya, menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan.

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian. Karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," jelas Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (9/8/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli