Netral English Netral Mandarin
21:29wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Anies Diminta Tegas Tindak Aktivitas Karyawan di Pulogadung

Minggu, 18-Juli-2021 11:00

Gubernur DKI Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur DKI Anies Baswedan
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Adanya aktivitas para karyawan PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, saat PPKM Darurat dinilai telah melanggar aturan.

Mengingat, perusahan tersebut bukan merupakan termasuk sektor esensial maupun kritikal yang diperbolehkan beroperasi dimasa PPKM Darurat. 

"Aktivitas PT Yamaha Music berpotensi menjadi klaster baru Pandemi Covid-19. Padahal, Pemprov DKI saat ini sedang berjuang menanggulangi Pandemi Virus Corona," kata Ketua Poros Rawamangun Rudy Darmawanto, Sabtu (17/7/2021).

Atas pelanggaran tersebut, Gubernur Anies Baswedan dan Polda Metro Jaya pun diminta untuk menindak tegas.

"Kita berharap ada rasa keadilan dan kepastian hukum bagi pelanggara PPKM Darurat yang diberikan Satgas Covid-19, sehingga tidak ada kesan pandangan bulu dalam menegakan aturan PPKM Darurat," tegas dia.

Sementara itu, sikap tidak koperatif ditunjukan pihak PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia saat wartawan ingin konfirmasi. 

Salah satu manager mengusir dan minta wartawan untuk meninggalkan lokasi. 

Sebagaimana aturan PPKM Darurat, pemerintah hanya memperbolehkan pekerja pada bidang esensial dan kritikal. 

Pembatasan ini, dilakukan untuk menekan penyebaran kasus aktif Covid-19 yang terus melonjak.

Adapun pekerjaan yang diperbolehkan itu seperti pekerja komunikasi dan IT, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor. 

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP