3
Netral English Netral Mandarin
14:26 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Anies Klaim Banjir Terkendali dengan Baik, Ade Armando: Oooh Terkendali...

Sabtu, 20-Februari-2021 12:50

Anies Baswedan dan Ade Armando
Foto : Istimewa
Anies Baswedan dan Ade Armando
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan banjir cukup terkendali jika dilihat berdasarkan jumlah RT terdampak. Dari 30.470 RT, jumlah RT yang terendam sebanyak 116 RT.

"Di Jakarta total ada 30.470 RT seluruh wilayah Jakarta. Alhamdulillah dalam musim penghujan dan beberapa waktu ini mayoritas terkendali dengan baik," ujar Anies, Selasa (9/2).

Namun, pernyataan Anies ditanggapi Ade Armando dengan cuitan pendek, "Ooooh, Terkendali..."

Netizen pung menimpali baik pro maupun kontra dengan Ade Armando.

Oneray @Oneray77533754: "Giliran jakarta banjir... Para buzzer keluar dari got...Giliran tempat lain banjir.. selain jkrt para buzzer betah di got.."

dyan anjani @Dyananjani89: "Terkendali sekali ... Karma dari Penduduk JKT 58.. Yang Penting Seiman .."

Sebelumnya diberitakan, Gubernur ANies berpandangan bahwa penanganan banjir kali ini harus memenuhi 2 target. Pertama, bila terjadi hujan lebat harus dipastikan surut dalam waktu 6 jam setelah hujan reda. Kedua, tidak ada korban jiwa.

"Dan yang ketiga adalah 3 galang. Insya Allah kita akan bisa melewati masa musim penghujan ini dengan baik," ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Anies juga mengatakan, penanganan banjir tahun ini cukup berdampak baik dengan adanya program gerebek lumpur.

"Kita bersyukur bahwa program gerebek lumpur yang kita jalankan dalam beberapa bulan terakhir telah menunjukkan hasilnya. Di mana saluran-saluran air dalam sistem drainase di Jakarta, sendimentasinya bisa dibersihkan. Sehingga bisa mengelola limpahan air hujan dengan lebih baik," ucap Anies.

Meski menunjukan hasil yang diharapkan, Anies mengingatkan warga Jakarta agar tetap waspada mengingat musim hujan belum usai. Untuk itu, ia juga meminta tim penjaga pintu air, Dinas Sumber Daya Air, dan pihak terkait penanganan banjir agar tetap saling berkomunikasi.

Sebelumnya,Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Ibu Kota tidak surut dalam waktu enam jam seperti instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Jadi harus dibedakan banjir yang disebabkan karena genangan atau banjir yang disebabkan karena datang dari banjir bandang," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (8/2).

Salah satunya yakni terkait banjir yang terjadi di kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Kata Riza, banjir di wilayah itu diakibatkan meluapnya Kali Ciliwung karena air kiriman dari Bogor, Jawa Barat.

Lanjut dia, sejumlah wilayah di Ibu Kota juga memiliki permukaan tanah yang rendah. Akibatnya wilayah yang berlokasi di bantaran sungai terdampak luapan air dan mengalami surut yang cukup lama.

"Pejaten Timur itu kan adanya banjir disebabkan karena aliran air yang datang dari Katulampa. Yang dari daerah lain, daerah tetangga yang masuk ke Jakarta ada peningkatan curah hujan di sana masuk jakarta, sehingga ada peningkatan muka air," ucapnya.

Kendati begitu, dia mengatakan untuk banjir dan genangan di lokasi lain dapat surut tidak lebih dari enam jam.

Hal tersebut berbeda bila banjir yang terjadi di kawasan pinggiran sungai. Sebab harus dilakukan penanganan yang lebih komprehensif.

"Lahannya harus dibebaskan, harus dibuat tanggul, harus dibuat sheet pile nya dan sebagainya itu perlu proses, perlu waktu yang tidak bisa serta merta," jelasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto