Netral English Netral Mandarin
02:37wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Anies Menikmati Revitalisasi Trotoar Salemba, Ferdinand: Kasihan Orang Ini, kemana2 Tak Mendapat Respek Warga 

Jumat, 19-Maret-2021 19:55

Gubernur Anies Baswedan saat jalan-jalan di Salemba
Foto : Twitter/Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan saat jalan-jalan di Salemba
30

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Anies Baswedan menceritakan bahwa pada Jumat (19/3/21) ia jalan-jalan menikmati suasana trotoar di Salemba, Jakarta Pusat. 

“Jalan-jalan ke Salemba, meninjau hasil revitalisasi dan penggunaan trotoar Jalan Salemba Raya. Salah satu ruas jalan bersejarah di Jakarta yang telah ditata menjadi “complete street” pada 2019,” kata Anies melalui akun Twitternya.

Mantan Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang selama ini terus mengkritisi Anies menanggapi apa yang dilakukan Anies. Ia menyoroti bagaimana reaksi warga saat Anies jalan-jalan di ekitar Salemba. 

“Kasihan orang ini, kemana2 tak mendapat respek warga. Sementara itu, yg diomongin cm trotoar, padahal programnya adalah Formula E dan Rumah DP 0% yang keduanya bermasalah terindikasi korupsi,” kata Ferdinand.

“Nies, dimana uang Formula E itu? Nies, korupsi Rumah DP 0% itu dapat tidak?” tanyana.

Mengenai polemik dugaan korupsi pengadaan lahan Program Rumah DP Nol Persen, sebelumnya diberitakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa pihak-pihak yang bisa memberikan keterangan lebih dalam terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta tahun anggaran 2019. 

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidik tak menutup kemungkinan akan memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk rumah DP 0 rupiah ini.

"Saya kira siapa pun saksi itu yang melihat, yang merasakan, kemudian yang mengetahui peristiwa ini. Kan tentu nanti beberapa saksi sudah diperiksa kemarin, nanti dari situ akan dikembangkan lebih lanjut siapa saksi-saksi berikutnya yang nanti akan dipanggil," ujar Ali di Gedung KPK, Senin (15/3/2021).

Menurut Ali, keterangan saksi dibutuhkan untuk memperjelas kontruksi kasus ini. Untuk saat ini, Ali menyatakan tim penyidik tengah fokus mendalami unsur pasal yang dikenakan kepada para tersangka. Sejauh ini, KPK belum mengumumkan detail tersangka dan konstruksi kasus.

"Tentu fokusnya unsur di dalam pasal 2 pasal 3 (UU Tipikor), setiap orang melawan hukum, memperkaya diri sendiri, atau koorporasi, ada kerugian negara itu yang kemudian nanti dibutuhkan saksi-saksi yang akan dihadirkan untuk memperjelas kontruksi peristiwa pidana yang itu diduga dilakukan oleh para tersangka yang nanti akan kami sampaikan pada waktunya nanti itu," ucap Ali.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto