Netral English Netral Mandarin
01:43wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Anies Pamer Keberhasilan Penanganan Covid-19 di Jakarta

Senin, 30-Agustus-2021 21:30

Gubernur DKI Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur DKI Anies Baswedan
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Anies Baswedan memamerkan penurunan kasus Covid-19 di Ibu Kota pada kepala daerah dari sejumlah negara. Hal itu dikatakan Anies saat Konferensi Berlin Questions melalui saluran radio The Urbanist pada Kamis (19/8/2021) lalu.

Konferensi itu kemudian ditayangkan kembali oleh pemerintah daerah melalui kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Senin (30/8/2021).

Dalam kegiatan itu, hadir sejumlah pimpinan daerah dari beberapa negara, misalnya Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dan Wakil Wali Kota Warsawa Michal Olszweski.

Anies bercerita setiap delapan hari kasus aktif di Jakarta pada saat itu berlipat ganda, sehingga pemerintah merasa khawatir. Pertumbuhan kasus yang eksponensial ini sebagai dampak dari penyebaran varian Delta.

"Kami mencapai puncaknya pada bulan 16 Juli sebanyak 113.137 kasus aktif, akan tetapi sekarang kami memiliki kurang dari 8.000 kasus aktif," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

Anies lalu membeberkan kebijakan strategis yang mampu menurunkan kasus Covid-19 di Ibu Kota. Pertama, pemerintah melakukan pembatasan mobilitas warganya, melalui pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kebijakan itu mengatur, hanya warga yang bekerja di sektor kritis dan esensial saja yang boleh keluar rumah untuk bekerja di kantor atau tempat kerjanya. Kedua, pemerintah menggencarkan pengetesan dan pelacakan serta upaya isolasi bagi orang yang terpapar.

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yang mensyaratkan, pengetesan PCR dilakukan minimal 1.000 orang per 1 juta populasi. Saat itu pengetesan pemerintah daerah mencapai lebih dari 20 kali lipat dari syarat WHO.

“Kemudian aspek pelacakan dilakukan setelah kami menemukan seseorang yang positif. Kami mencari individu yang berinteraksi dengan orang yang ditemukan positif tersebut, lalu diisolasi untuk karantina,” jelas Anies.

“Kami juga menyiapkan fasilitas karantina, makanan, obat-obatan dan pemeriksaan kesehatran rutin dari tim medis kami,” tambah Anies.

Dengan upaya itu semua, kini kasus aktif di Jakarta semakin landai dan perekonomian mulai menggeliat dengan pergerakannya mencapai 10,9 persen (year on year). Pada lonjakan kasus sebelumnya, Anies merasa sedih karena begitu banyak warga yang sakit dan gugur karena Covid-19, namun dengan kerja keras bersama semua pihak kasus dapat dikendalikan.

“Sekarang rasanya adalah kami ingin bangkit (dari situasi sebelumnya), dan orang-orang ingin sekali dapat kembali bekerja, dapat kembali mengunjungi taman. Jadi sekarang semangat ada di sana,” ujar Anies.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani