Netral English Netral Mandarin
12:50wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Anies Unggah Foto Berlatar Makam, Eko: Sepertinya Sedang Meninjau Rumah DP 0 Rupiah

Jumat, 25-Juni-2021 00:01

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Meninjau TPU Rorotan
Foto : Facebook Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Meninjau TPU Rorotan
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengomentari sejumlah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah Covid-19 di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Foto-foto tersebut diunggah Anies di berbagai akun media sosialnya pada Rabu (23/6/2021) malam.

Salah satu foto yang dikomentari Eko adalah saat Anies berpose seorang diri dengan latar deretan makam korban Covid-19.

Melalui akun Twitternya, Eko memberikan komentar bernada satire dengan menyebut bahwa foto Anies itu seperti sedang meninjau salah satu program andalannya, yakni Rumah DP 0 Rupiah.

Eko melanjutkan, warga Jakarta patut bergembira karena memiliki pemimpin seperti Anies yang tangkas dalam merealisasikan program-programnya.

"Sepertinya sedang meninjau program rumah DP0%," cuit @eko_kuntadhi, Kamis (24/6/2021).

"Bergembiralah warga Jakarta. Punya pemimpin yang tangkas merealisasikan program-programnya...," sindir Eko.

Sebelumnya, Anies Baswedan meninjau tempat pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu (23/6/2021).

Saat melakukan peninjauan, Anies menyaksikan tiga jenazah berderet yang dikuburkan hampir bersamaan di TPU Cilincing. Tiga jenazah itu adalah korban Covid-19.

Anies juga sempat berbincang dengan sejumlah keluarga korban. Kepada Anies, mereka menceritakan tentang kondisi korban sebelum meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19.

Dari kisah keluarga korban, Anies pun mengingatkan warga bahwa ancaman Covid-19 itu nyata. Ia juga membeberkan jika hari ini rekor pemakaman selama wabah Covid-19 di DKI, di mana ada 180 jenazah dikuburkan dengan prosedur Covid-19.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menghimbau supaya warga ikut berperan aktif dalam mencegah penularan Covid-19 dan melakukan vaksinasi.

Cerita keluarga korban dan himbauan kepada warga DKI itu disampaikan Anies Baswedan melalui berbagai akun media sosialnya, Rabu malam.

Anies juga membagikan sejumlah foto saat dirinya meninjau TPU Cilincing, mulai dari foto memantau proses pemakaman jenazah Covid-19, berbincang dengan keluarga korban, bersama petugas makam, hingga foto seorang diri dengan latar deretan makam korban Covid-19.

"Datangi pemakaman dan lihatlah kenyataan. Kematian itu tak sekadar angka statistik. Tapi tentang saudara kita, orang-orang yang tadinya masih sehat, masih berkumpul dengan keluarga tercinta. Kini mereka dipisah selamanya. Ingatlah, bahwa setiap angka itu adalah satu kisah duka tak terkira," kata Anies.

"Batas usia ada di tangan Allah SWT, tugas manusia adalah ikhtiar. Sama-sama kita hindari kegiatan berpotensi penularan. Kita datangi tempat vaksinasi sebagai ikhtiar keselamatan. Hindari risiko, songsong ikhtiar keselamatan," ungkapnya.

Berikut tulisan lengkap Anies Baswedan, dikutip netralnews.com dari akun Facebook-nya, Kamis (24/6/2021).

Air mata tak berhenti mengalir. Usapan demi usapan tak membuat wajahnya kering. Ia berjongkok di sisi kiri gundukan tanah kuburan yang masih basah. Jenazah suaminya yang berusia 54 tahun baru saja dikuburkan. Ibu itu tak berhenti bertutur atas kehilangannya.

“Dia itu minggu lalu masih sehat-sehat Pak, terus kena covid, terus...” kalimatnya putus, meledak jadi tangis. Anak lelakinya terdiam memegang pundak ibunya. Anak perempuannya jongkok di sisi kanan. Menunduk. Duka mereka, duka kita, tak terkira dalamnya.

Seorang bapak berdiri memandang satu kuburan yang juga masih basah. “Istri saya, Pak. Minggu lalu masih sehat. Cuma sakit perut terus drop, Pak. Kena covid,” begitu katanya. Mata kami bertatapan. Tak perlu kata-kata. Hening dan mata basah itu sudah cukup pesannya. Duka itu tak terkira dalamnya.

Jongkok lama, pundaknya tergoncang- goncang. Saya tunggu di belakangnya. Tak berapa lama ia bangun dan berbalik. “Saya dari Bandung, Pak. Ini Bapak saya. Minggu lalu masih sehat. Sekarang semua hilang, Pak,” jelasnya dalam kalimat yang tersendat-sendat.

Tiga jenazah berderet itu dikuburkan hampir bersamaan. Setelah liang kubur ditutup, keluarga inti diberi waktu berdoa sejenak, lalu harus ke luar area pemakaman. Itulah akhir pengantaran mereka pada keluarganya.

Datangi pemakaman dan lihatlah kenyataan. Kematian itu tak sekadar angka statistik. Tapi tentang saudara kita, orang-orang yang tadinya masih sehat, masih berkumpul dengan keluarga tercinta. Kini mereka dipisah selamanya. Ingatlah, bahwa setiap angka itu adalah satu kisah duka tak terkira.

Hari ini rekor pemakaman selama wabah Covid-19 di DKI: 180 jenazah dikuburkan dengan prosedur Covid-19. Lahan baru di Rorotan ini ukurannya 3 Ha, khusus Covid.

Meskipun luas, tolong jangan sampai dipenuhi. Ya, jangan sampai penuh, jangan diisi jenazah seperti hari ini lagi. Cukup, cukup sudah. Kita tak ingin melihat lebih banyak lagi wajah duka.

Batas usia ada di tangan Allah SWT, tugas manusia adalah ikhtiar. Sama-sama kita hindari kegiatan berpotensi penularan. Kita datangi tempat vaksinasi sebagai ikhtiar keselamatan. Hindari risiko, songsong ikhtiar keselamatan. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli