Netral English Netral Mandarin
04:19wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Annisa Pohan: Kami Tuh Hanya Bertanya, Tapi Respon Buzzer Tidak Nyambung

Senin, 12-Juli-2021 21:24

Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan
Foto : Grid
Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan  menyoroti respons para pendengung atau buzzer terhadap pertanyaan Demokrat terkait berbagai kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi Covid-19.

Menurutnya, respons para buzzer pendukung pemerintah tidak nyambung bahkan menggunakan bahaya yang kurang pantas. Padahal, kata Annisa, pihaknya hanya sekedar bertanya.

Annisa menambahkan, kalau saja jawaban atas pertanyaan itu masuk logika dan memang untuk kepentingan rakyat, maka Partai Demokrat tentunya akan menerima dan membantu menjelaskan kepada masyarakat.

"Kami tuh hanya bertanya, kalau ada jawaban yang masuk di logika & memang untuk kepentingan rakyat, pasti akan terima & bantu menjelaskan. Sejauh ini yang merespon banyakan buZzer tidak nyambung atau kotor bahasanya," tulis Annisa di akun Twitter-nya, Senin (12/7/2021).

Annisa menilai sikap para buzzer itu tidak mencerminkan objek yang dibela. "Sangat tidak mencerminkan objek yang dibelanya yang saya tau santun," cuit @AnnisaPohan.

Sebelum menyoroti respons para buzzer pemerintah, Annisa sempat mmempertanyakan kebijakan pemerintah yang memberikan opsi Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu berbayar di jaringan klinik Kimia Farma.

"Karena dari awal rencana program vaksin gotong-royong kan perusahaan yang membeli dan memberikan gratis kepada karyawannya. Kenapa sekarang Kimia Farma menjual langsung ke target user (masyarakat secara individu)? kalau alasan mempercepat ya bisa digratiskan saja melalui Kimia Farma juga. belum terjawab," kata Annisa Pohan.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati