Netral English Netral Mandarin
03:01wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Antara Frozen dan Misteri Senandung Ratapan di Rumah Angker Sukomanunggal

Selasa, 10-Agustus-2021 21:45

Ilustrasi rumah tua angker di Surabaya
Foto : Travelingyuk
Ilustrasi rumah tua angker di Surabaya
19

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Anda pasti pernah menyaksikan film animasi berjudul “Frozen”, bukan? Dalam film tersebut, ada peristiwa dimana Raja dan permaisuri Negeri Arendel pergi berlayar meninggalkan kedua putrinya, Princess Anna dan Queen Elsa. Namun malang, kapal mereka dihajar badai dan karam.

Raja, permaisuri, dan seluruh awak kapal tewas. Akibatnya, Queen Elsa dan Princess Anna menjadi anak yatim piatu dan harus hidup tertutup dalam gedung kerajaan  yang megah. Saat sudah dewasa, sebagai putri tertua, Queen Elsa berhak mewarisi tahta kerajaan Arendel.

Acara besar pun diselenggarakan. Queen Elsa akan diangkat sebagai Ratu Arendel. Peristiwa itu ditandai dengan pembukaan pintu gerbang yang bertahun-tahun ditutup. Rakyat diperkenankan masuk dan mengikuti pesta pengangkatan Queen Elsa sebagai Ratu Arendel.

Sebelum acara pesta berlangsung, terjadi peristiwa tak diduga dimana Princess Anna bertemu dan jatuh cinta dengan Prince Hans. Mereka mabuk asmara. Setelah sempat bernyanyi lagu kasmaran, tiba-tiba Princess Anna berpikir ingin segera menikah.

Namun sayang, permohonan restu Princess Anna dtitolak Queen Elsa. Terjadilah adegan yang membuka rahasia kekuatan sihir atau kekuatan gaib yang dimiliki Queen Elsa.

Ia marah tatkala Princess Anna memaksakan keinginannya dan tak sengaja energi “frozen” keluar hingga menggemparkan Arendel. Kisah selanjutnya, semua pembaca pasti sudah tahu.

Ternyata, kisah serupa juga pernah terjadi di Indonesia, tepatnya di daerah Surabaya, Jawa Timur. 

Alkisah, sekitar tahun 1990, ada satu keluarga kaya raya tinggal di Jalan Puncak Permai II No 26, Kecamatan Sokomanunggal, Kota Surabaya. Mereka biasa dipanggil Keluarga Darmo. Rumah mereka megah laksana istana kerajaan Arendel.

Namun, banyak orang mempergunjingkan mereka. “Entah karena iri hati atau karena memang benar terjadi, konon keluarga itu menjadi kaya raya karena hasil menandatangani kesepakatan dengan roh yang mendatangkan kekayaan atau biasa disebut pesugihan’, demikian kata Rio (45), seorang warga sekitar kepada NNC beberapa waktu silam.

Sudah lazimnya, pesugihan ada syaratny. Menurut Rio, “Biasanya berupa tumbal berupa manusia atau berupa binatang besar seperti kerbau atau sapi. Tumbal itu harus dipersembahkan kepada jin pemberi harta. Bila tidak diberikan, nyawa keluarga itu menjadi taruhannya”.

Rio yang sehari-hari berjualan bubur, sudah berulang kali ditanya orang yang ingin tahu soal rumah itu. Menurutnya, bagi warga setempat, kisah soal itu sudah menjadi rahasia umum.

“Jadi, ketika segala kekayaan berlimpah sudah diperoleh, keluarga Darmo berencana akan menghentikan perjanjian kerjasama dengan jin. Namun, keluarga Darmo mengalami kesulitan memutus hubungan dengan jin yang sudah terlanjur betah tinggal bersama mereka,” sambungnya.

Menurut Rio, keluarga Darmo kemudian menyusun rencana rahasia. Seluruh harta yang telah dikumpulkan, secara diam-diam akan dipindahkan ke luar negeri. Tak tanggung-tanggung, keluarga itu membeli kapal untuk mengangkut kekayaannya serta untuk berlayar meninggalkan Indonesia.

Waktunya pun tiba. Rumah mereka yang megah ditinggalkan dan hanya ada dua pembantu yang diminta menjaga rumah tersebut. 

“Dua pembantu keluarga itu adalah perempuan muda berusia sekitar 25 tahun dengan wajah cukup cantik.” Tutur Rio.

Suatu hari  sekitar tahun 1995, dua pembantunya menerima kabar bahwa kapal yang ditumpangi keluarga Darmo terkena badai dan karam. Seluruh keluarga mereka tewas dan jenazahnya konon tidak berhasil ditemukan.

Warga sekitar mengkaitkan peristiwa nahas itu dengan Jin yang mereka pelihara. “Rupanya, rahasia mereka dibocorkan oleh kedua pembantu mereka. Jin itu kemudian mengejar keluarga Darmo dan menciptakan malapetaka berupa badai. Keluarga itu dimangsa oleh jin tersebut”, kata Rio.

Sepeninggal keluarga Darmo, dalam kebimbangan dan dihantui berbagai penampakan misterius, kedua pembantunya berusaha tetap menjaga rumah mewah yang ditinggalkan keluarga Darmo. Sampai suatu ketika, mereka sama-sama suka seorang pemuda yang sering mengunjungi mereka.

“Dulu sering terdengar nyanyian lagu kasmaran dari rumah itu. Dua perempuan muda itu Mereka suka berkaraoke bersama dengan pemuda yang berkunjung. Biasanya setiap malam Minggu”, kenang Rio yang mengingatkan kisah Princess Anna dan Prince Hans yang dimabuk cinta.

“Kalau dalam “Frozen” sepasang kekasih, dalam cerita Rio, Sang Pangeran diperebutkan dua putri rumah tak bertuan”, kata Rio sambil tersenyum.

Namun, pada 1997, terjadi malapetaka. Rumah megah itu mengalami kebakaran hebat. Warga sekitar berdatangan dan berusaha memadamkannya namun bangunan terlanjur habis dilalap si jago merah. Setelah padam, kedua perempuan muda ternyata ditemukan telah menjadi arang .

Polisi kesulitan mencari penyebab kebakaran dan kematian mengenaskan yang dialami kedua perempuan itu. Apakah ada hubungannya dengan jin peliharaan keluarga Darmo? Apakah ada hubungannya dengan pemuda yang sering mendatangi mereka? Atau karena korsleting listrik?

Sayang sekali, hingga kini, misteri itu tak terjawab. Warga sekitar hanya banyak menduga-duga yang sulit membuktikan kebenaran. Sebagian percaya bahwa jin yang dulu dipelihara masih berkeliaran di sisa rumah yang terbakar karena banyak orang menyaksikan penampakan harimau siluman.

Namun ada juga yang mengaku melihat sosok perempuan, kuntilanak, suara jeritan, dan senandung lagu kasmaran. Mereka kemudian mengaitkan dengan arwah dua perempuan muda yang diduga tewas sat dimabuk cinta. Arwah mereka masih tetap dilanda kasmaran.

Seperti dituturkan oleh Rio, karena keangkeran rumah itu, warga sekitar biasa menyebutnya sebagai Rumah Hantu Darmo atau RHS. Di tempat ini juga pernah dijadikan sebagai lokasi uji nyali dimana sejumlah pesertanya sempat mengalami kesurupan.

Selain itu, rumah bekas keluarga Darmo, hingga kini masih saja menjadi sumber berita. Satu tahun lalu, rumah ini terpaksa disegel dan dijaga polisi karena marak dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Tempat ini juga sering dijadikan sebagai tempat nongkrong anak-anak muda berpacaran.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P