Netral English Netral Mandarin
20:19wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Anwar Abbas: Rakyat Sudah Muak dengan Pemerintah, Cukup 2 Periode Saja, FH Malah Usulkan Jokowi Ikutan Lagi di Pilpres 2024

Jumat, 03-September-2021 10:00

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas menanggapi Pembahasan mengenai masa jabatan presiden yang menuai pro kontra dari sejumlah pihak.

Anwar mengatakan bahwa Indonesia harus belajar dari sejarah yang ada, terutama pada saat kepemimpinan Presiden Soeharto yang dilengserkan oleh rakyat. Dia pun merujuk pernyataan Lord Acton bahwa kekuasaan itu cenderung korup.

“Ini mencerminkan negara kekuasaan jadinya, bukan negara yang mengedepankan kedaulatan rakyat,” ujar Anwar, Kamis, (2/9/2021) seperti yang dikutip dari Galamedia.

Baginya, ide penambahan masa jabatan presiden akan menghambat demokrasi yang sudah terbentuk. Apalagi Indonesia saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang menurutnya tidak maksimal dalam penaganannya.

Anwar berpendapat, publik sudah muak dengan situasi Covid-19 dan ekonomi yang semakin parah.

"Jadi, bapak itu dua periode sudah cukup. Maaf saja, orang sudah banyak yang muak dengan situasi Covid-19 dengan keadaan ekonomi yang parah, rendahnya kemampuan pemerintah mengatasi masalah Covid-19 dan ekonomi. Jangan dikira rakyat senang saat ini,” tuturnya.

Terkait hal itu Mantan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengomentari pernyataan Anwar Abbas yang mengatakan bahwa rakyat Indonesia sudah muak dengan situasi sekarng ini.

Menurut Ferdinand penggunaan kata muak yang disampaikan Anwar sangat kasar.

"Pilihan kata atau kalimat itu menunjukkan adab seseorang. Kata “rakyat sudah muak” itu kesannya kasar sekali," tulis Ferdinad di akun Twitternya, Jumat (3/9/2021).

Tak terima dengan pernyataan tersebut, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) ini pun menantang Anwar untuk menguji kemuakan rakyat terhadap pemerintahan dengan mengikutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2024.

"Bagaimana kalau kita uji tingkat kemuakan rakyat itu dgn ikutkan Jokowi pd pilpres nanti? Kalau mmg rakyat muak, JKW pasti kalah. Berani?," ujarnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani