Netral English Netral Mandarin
22:26wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Apa Benar Orang dengan Long Covid-19 Jadi Tidak Bisa Ereksi?

Kamis, 21-Oktober-2021 15:42

Deddy Corbuzier
Foto : Istimewa
Deddy Corbuzier
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Deddy Corbuzier mengaku pernah membaca sebuah informasi bahwa orang dengan long Covid-19 tidak bisa alami ereksi. Tentu hal ini akan menambah kekhawatiran para pria yang telah sembuh Covid-19, keadaan negatif Covid-19, tetapi masih mengalami gejala. 

Mendengar hal itu, Dr dr Erlina Burhan MSc SpP(K) membenarkan. Dr Erlina sebut, ada kemungkinan pria yang alami long Covid-19 bisa mengalami dampak, tidak bisa ereksi. 

“Bisa jadi. Iya bisa jadi, karena kan penyakit sistemik, menyerang seluruh sistem,” ujar Dr Erlina, dikutip dari perbincangannya di Podcast Deddy, Kamis (21/10/2021). 

Tetapi ditegaskan Dr Erlina, dampak itu (tidak bisa ereksi) hanya bersifat sementara. Tidak bisa ereksi sendiri bisa terjadi karena trombosis, terbentuknya gumpalan darah (trombosis) di pembuluh darah arteri. Keadaan itu mengakibatkan terjadinya sumbatan dan kelainan di pembuluh darah. 

“Ya kan sementara (tidak bisa ereksi karena long Covid-19). Nakut-nakutin aja,” ujar Dr Erlina pada Deddy. 

Dr Erlina sebutkan bahwa pada umumnya keadaan long Covid-19 yang biasa terjadi adalah kelelahan, batuk, sesak, nyeri tenggorokan dan anosmia atau kehilangan indra penciuman. Khusus untuk anosmia, bisa diatasi dengan latihan indra penciuman seperti mencium bau bawang atau minyak wangi. 

Apabila mengalami berbagai keluhan, diimbau Dr Erlina untuk tidak diam saja. Mereka yang alami long Covid-19 diminta untuk melakukan kontrok ke dokter terkait dengan keluhan yang ada. Tujuannya agar bisa teridentifikasi oleh dokter, untuk penanganan lebih lanjut. 

Lebih lanjut dijelaskan Dr Erlina bahwa keadaan long Covid-19 bukanlah hal baru. Sejak 2020, World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia telah membuat survey pada orang-orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Penelitian yang dimaksud dilakukan pada September lalu. 

“Ternyata sekitar 35 persen dari penyitas Covid-19, staminanya tidak kembali ke kondisi semula. Pada mereka yang hospilitation umumnya,” ujar Dr Erlina. 

Masyarakat Indonesia sendiri dikenal dengan bangsa yang sangat bersyukur. Tidak heran apabila sudah sembuh, rasa senang muncul luar biasa sehingga apabila ada keluhan sedikit, tidak dihiraukan. “Kalau orang yang perhatian dengan quality of life, pasti akan memperhatikan,” sambung dia. 

Dr Erlina beri contoh kasus pasiennya, yang biasa olahraga lari dengan jarak 1-5 km, dua kali dalam seminggu. Ketika sembuh Covid-19, dua kali PCR negatif, tetapi di kurun waktu enam sampai delapan minggu, jangankan bisa berlari lagi. Pasiennya berjalan jarak 300 meter mengaku langsung ngos-ngosan. 

“Jadi apakah kena long Covid-19 bisa sembuh?,” tanya Deddy. 

“Bisa. Kan berlangsungnya long Covid-19 beda-beda setiap orang,” jawab Dr Erlina. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi