Netral English Netral Mandarin
05:04wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Apa Benar Vaksin Covid-19 Sebabkan Gangguan Menstruasi dan Kesuburan?

Rabu, 22-September-2021 13:15

Perubahan  siklus mentruasi pasca Vaksin Covid-19 semakin meningkat.
Foto : Farmasi Kemenkes.
Perubahan siklus mentruasi pasca Vaksin Covid-19 semakin meningkat.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Dokter Adam Prabata PhD Candidate in Medical Science at Kobe University akui, akhir-akhir ini laporan mengenai adaya perubahan siklus mentruasi pasca Vaksin Covid-19 semakin meningkat. Situasi ini memunculkan pertanyaan, apakah memang Vaksin Covid-19 berpengaruh terhadap siklus menstruasi ataukah fenomena ini hanya suatu kebetulan? 

 

Memang terdapat sebanyak > 30.000 laporan gangguan menstruasi setelah vaksinasi Covid-19 di Inggris. Beberapa gangguan menstruasi yang dilaporkan antara lain, menstruasi yang terlamat, perdarahan dari Miss V, dan perdarahan saat menstruasi yang lebih banyak. 

 

Lantas mengapa Vaksin Covid-19 diduga bisa mempengaruhi siklus menstruasi? Alasannya, Vaksin Covid-19 bisa stimulasi sistem imun dalam tubuh. 

 

“Keadaan ini mempengaruhi hormon terkait mentsruasi dan bisa mempengaruhi sel imun di rahim,” terang dr Adam, dikutip dari infografis yang dia bagikan, Rabu (22/9/2021). 

 

Apakah benar Vaksin Covid-19 sudah terbukti sebabkan gangguan menstruasi? Jawabannya, belum ada bukti. Penelitian mengenai efek Vaksin Covid-19 terhadap siklus menstruasi masih perlu ditunggu hasilnya. 

 

“Hingga saat ini, belum ada bukti mengenai vaksin Covid-19 dapat menyebabkan gangguan menstruasi,” tegas dr Adam yang kerap memberikan informasi terupdate terkait Covid-19. 

 

Selain itu, tidak ada bukti bahwa Vaksin Covid-19 bisa sebabkan gangguan kesuburan. Pengukuran kesuburan dan tingkat kehamilan dipastikan tidak berbeda, antara orang yang sudah dan belum divaksinasi Covid-19. 

 

Angka kehamilan yang tidak diharapkan juga tidak berbeda, antara orang yang sudah dan belum divaksinasi. Sehingga, Vaksin Covid-19 tidak menyebabkan gangguan kesuburan. 

 

“Meskipun sudah cukup banyak laporan mengenai wanita yang mengalami gangguan menstruasi pasca vaksinasi, namun hingga saat ini Vaksin Covid-19 belum terbukti menyebabkan gangguan menstruasi. Vaksin Covid-19 juga tidak sebabkan gangguan kesuburan,” jelas dr Adam. 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani