Netral English Netral Mandarin
10:11 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Apa Benar Vaksin Sinovac Mengandung Sel Vero, Boraks, Formalin hingga Merkuri?

Senin, 04-January-2021 11:00

Vaksin Sinovac.
Foto : Biofarma
Vaksin Sinovac.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Juru Bicara Vaksin COVID-19 PT Bio Farma Bambang Herianto memberikan klarifikasi soal berita hoax atau bohong, terkait artikel Vero Cell atau Sel Vero yang beredar di masyarakat.

Bambang menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 buatan Sinovac tidak mengandung Sel Vero. Pasalnya Sel Vero hanya digunakan sebagai media kultur untuk media kembang dan tumbuh virus tersebut untuk proses perbanyakan virus sebagai bahan baku vaksin. Jika tidak mempergunakan media kultur, maka virus akan mati sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan vaksin.

Setelah mendapatkan jumlah virus yang cukup, maka akan dipisahkan dari media pertumbuhan dan Sel Vero ini tidak akan ikut/terbawa dalam proses akhir pembuatan vaksin.



“Dengan demikian, pada produk akhir vaksin, sudah dapat dipastikan tidak akan lagi mengandung sel vero tersebut,” tegas Bambang, dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, Senin (4/1/2021).

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang akan digunakan mengandung bahan antara lain virus yang sudah dimatikan (inactivated virus) dan tidak mengandung sama sekali virus hidup atau yang dilemahkan. Ini merupakan metode paling umum dalam pembuatan vaksin.

Bahan selanjutnya adalah Alumunium Hidroksida yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan vaksin. Ada pula Larutan fosfat sebagai penstabil (Stabilizer), dan larutan garam Natrium Klorida untuk memberikan kenyamanan dalam penyuntikan.

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac juga tidak mengandung bahan seperti boraks, formalin, merkuri, serta tidak mengandung pengawet. Vaksin yang akan digunakan di masyarakat telah melalui tahapan pengembangan dan serangkaian uji yang ketat, sehingga terjamin kualitas, keamanan dan efektifitasnya di bawah pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta memenuhi standar internasional.

Saat ini Vaksin Sinovac, disimpan di tempat penyimpanan khusus di fasilitas penyimpanan Bio Farma, dengan suhu yang tetap terjaga antara 2- 8 derajat Celcius. Selain itu, serangkaian pengujian mutu, baik yang dilakukan oleh Bio Farma sendiri, maupun oleh BPOM juga telah dilakukan.

Pengujian ini dilakukan dalam rangka menjaga kualitas dan keamanan produk vaksin agar terjamin dari mulai diproduksi sampai didistribusikan.

Vaksin hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah ada persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan BPOM dan bukan sebagai vaksin untuk uji klinik.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani