Netral English Netral Mandarin
06:42 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Apa Benar Wanita Hamil Rentan Tertular Covid-19?

Senin, 14-December-2020 13:00

Ilustrasi wanita hamil.
Foto : Istimewa
Ilustrasi wanita hamil.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Beredar pertanyaan di tengah masyarakat, apakah wanita hamil rentan tertular atau terinfeksi Covid-19? Pertanyaan ini lantas dibantah oleh Ketua ILUNI FKUI 1996 dan Ketua Umum Panitia Pelaksana Dies Natalis FKUI 2021, Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG(K), MPH.

Prof Budi mengatakan, bukti sampai saat ini menunjukkan bahwa wanita hamil tidak lebih rentan untuk tertular infeksi Covid-19 daripada populasi umum. Selain itu tidak ada bukti saat ini bahwa Covid-19 teratogenik atau perkembangan tidak normal yang sebabkan rusaknya embrio.

“Bukti terbaru yang menunjukkan kemungkinan virus dapat ditularkan secara vertikal belum dapat ditentukan. Selain itu tidak ada bukti pengaruh Covid-19 terhadap janin dapat meningkatkan angka keguguran,” jelas Prof Budi, Senin (14/12/2020).



Pernyataan ini disampaikan Prof Budi saat Konferensi Pers Virtul dalam rangka Dies Natalis KFUI 2021: Karsa dan Cita untuk Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut, Dekan FKUI Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP; Ketua Pelaksana Dies Natalies FKUI 2021 dr Fifi Mutia; Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia dr Zaini K Saragih SpKO.

Lebih lanjut Prof Budi menjelaskan bahwa sistem kesehatan di berbagai negara harus beradaptasi untuk siap dan tanggap terhadap efek Pandemi Covid-19. Pandemi ini diakui dapat menganggu layanan kesehatan reproduksi esensial, sehingga sagat penting untuk mencegah kematian pada ibu, bayi baru lahir, dan anak.

Prof Budi lantas menyampaikan rekomendasi pelayanan antenatal dan postnatal, yakni pelayanan essensial bagi para ibu hamil. Ibu hamil harus tetap dimotivasi untuk tetap memantau kehamilannya selama Pandemi Covid-19.

“Ini bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan social distancing, menjaga jarak atau menggunakan tele konsultasi. Setiap kunjungan yang dilakukan juga harus menghubungi unit kandungan dan kebidanan terlebih dahulu untuk jadwal dan saran,” imbau Prof Budi.

Terkait rekomednasi umum pelayanan antenatal, di trimester pertama pemeriksaan ini tidak dianjurkan, kecuali dibutuhkan pemeriksaan ultrasonografi bila ada keluhan serta kescurigaan terhadap kejadian kehamilan ektopik.

Pada trimester kedua, pemeriksaan antenatal bisa dilakukan melalui tele konsultasi klinis, kecuali ada keluhan atau kondisi gawat darurat.

“Pada trimester ketiga, pemeriksaan antenatal harus dilakukan dengan tujuan utama untuk menyiapkan proses persalinan,” tegas Prof Budi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP