Netral English Netral Mandarin
22:04wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Apakah Boleh Membeli dan Melakukan Swab Antigen Secara Mandiri?

Jumat, 13-Agustus-2021 05:50

Hasil dari tes usap atau swab antigen memang cukup cepat.
Foto : Freepik
Hasil dari tes usap atau swab antigen memang cukup cepat.
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hasil dari tes usap atau swab antigen memang cukup cepat. Tapi, yang jadi konsern adalah alat tes ini ramai diperjualbelikan di e-commerce, sehingga banyak orang melakukan tes secara mandiri, yang berisiko menghasilkan false negatif.

Demikian disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban.

"Yang utama adalah saya tidak menganjurkan Anda melakukan tes swab antigen mandiri. Betul hasilnya cepat dan tidak perlu antre. Harganya juga terjangkau dibandingkan di fasilitas kesehatan," tegas Prof Zubairi, Kamis (12/8/2021).

Baca Juga :

Menurut Prof Zubairi, memasukkan cotton bud panjang ke hidung hingga tiba di nasofaring juga bukan perkara mudah. Ada kemungkinan jika dilakukan mandiri itu hanya sampai rongga hidung saja dan yang terambil itu adalah air liur, bukan lendir. Pemeriksaan sampel air liur ini tentu lebih sulit dalam mendeteksi virus dan cenderung menunjukkan hasil negatif.

"Nah, bagaimana jika tes usap mandiri itu menunjukkan hasil positif. Hal ini yang menurut saya cukup berbahaya bagi pasien," kata Prof Zubairi.

Baca Juga :

Persoalannya, kalau hasilnya positif, orang tersebut tidak bisa menentukan sendiri bahwa dia cukup isolasi mandiri begitu saja. Beberapa orang yang positif memerlukan perawatan yang intensif di rumah sakit. "Seperti diinfus, dapat suntikan Heparin, tambah oksigen, obat-obat Dexamethasone, Remdesivir, Favipiravir, dll," sebut Prof Zubairi.

Kalau orang itu seharusnya perlu tindakan-tindakan medis tadi, kemudian tidak mendapatkannya, maka akan berbahaya untuk jiwanya. Terkecuali pemakaian alat tes usap tadi dipandu dan dimonitor oleh profesional. 

Baca Juga :

"Misalnya melalui video call, Zoom atau apapun yang bisa memberi tahu orang itu benar atau salah dalam pemakaiannya. Kalau diketahui positif, ya berlanjut dengan konseling," terang Prof Zubairi.

Penting untuk dicatat, tes antigen hanya screening awal. Hasilnya harus tetap dikonfirmasi dengan tes usap PCR. 

"Yang juga penting adalah, Anda harus melapor ke petugas puskesmas jika hasil tes antigen Anda positif, demi kepentingan pendataan dan memutus mata rantai Covid-19," pesan Prof Zubairi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani