Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:36wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Apakah Penyandang Hipertensi Boleh Vaksinasi Covid−19, Ini Penjelasan Ahli

Jumat, 26-Februari-2021 15:00

Petugas medis sedang melakukan vaksinasi COVID-19.
Foto : Antara Foto
Petugas medis sedang melakukan vaksinasi COVID-19.
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM − President of Indonesian Society of Hypertension dr Tunggul Diapari Situmorang, Sp PD−KGH mengatakan, penyandang hipertensi boleh menerima Vaksinasi Covid−19. Untuk mendapatkan vaksin, memang ada beberapa persyaratan yang harus dilaksanakan oleh penyandang hipertensi.

Tunggul katakan, sebelum menerima vaksin, penyandang hipertensi harus mengukur tekanan darahnya. Selain itu, perlu dipastikan bahwa tidak ada hal−hal akut yang terjadi seperti misalnya gejala nyeri dada, sakit kepala atau mulut mencong karena indikasi stroke.

Sebelum menerima vaksinasi, penyandang hipertensi juga perlu memastikan bahwa tekanan darahnya tidak berada di angka 180/110. Apa yang terjadi apabila tekanan darah ada di bawah angka tersebut? dr Tunggul akui memang tidak ada hal berarti yang terjadi namun perlu diwaspadai adanya hubungan Covid−19 dengan tekanan darah.

Selain itu, ada yang terjadi apabila vaksinasi dilakukan pada penderita hipertensi di atas angka 180/110? dr Tunggul katakan, semua pasien atau orang yang tekanan darahnya mencapai 180/110 atau lebih, bisa alami kejadian darurat. Misalnya saja, pembuluh darah yang pecah, gagal ginjal atau gagal jantung. Tetapi perlu dicatat, kejadian darurat itu bisa saja terjadi meski tanpa vaksinasi.

“Kesepakatan expert, opini dari para pakar yang berkecimpung dalam hipertensi dan telah membuat edaran juga dengan Kementerian Kesehatan bahwa penyandang hipertensi boleh dilakukan vaksinasi,” ujar dr Tunggul.

Pernyataan itu disampaikan dr Tunggul dalam acara Konferensi Pers Virtual dengan tema “Tatalaksana Hipertensi pada mada pandemi: Waspadai Hipertensi Sebagai Komorbid Tertinggi Covid−19, Jumat (26/2/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut, Chairman of Organizing Commite 15th Annual Scientific of InaSH dr Frits Reiner Wantian Suling Sp JP(K), FIHA; General Secretary Indonesian Society of Hypertension DR Eka Harmeiwaty, Sp S; Head of Research and Registry Working Group of the Indonesian Society of Hypertension dr BRM Ario Soeryo Kuncoro Sp JP(K).

Lebih lanjut dr Tunggul jelaskan bahwa hipertensi memperburuk perjalanan dari Covid−19 bersama dengan komorbid lain. Maka dari itu dr Tunggul mengajak masyarakat agar sadar bahwa tekanan darah harus dikontrol dengan baik.

“Tekanan darah harus dikontrol baik. Ini bisa dilakukan bila ada komunikasi antara dokter dan pasien,” ujar dr Tunggul.

Hipertensi tercatat merupakan penyakit penyerta atau komorbid tertinggi dan berbahaya bagi pasien terinfeksi Covid−19 di dunia, termasuk di Indonesia. Hipertensi dapat memperburuk perjalanan Covid−19, sehingga diperlukan kewaspadaan khusus.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian