Netral English Netral Mandarin
02:49wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Apakah PON Papua Tak Akan Lahirkan Klaster Covid Baru? Denny: Semoga...

Sabtu, 02-Oktober-2021 10:18

Pekan Olahraga Nasional ke-20 Papua akan digelar pada 2-15 Oktober 2021
Foto : Istimewa
Pekan Olahraga Nasional ke-20 Papua akan digelar pada 2-15 Oktober 2021
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Benarkah PON XX di papua tak akan menimbulkan klaster Covid-19 baru? Apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasinya?

Kekawatiran sempat disampaikan oleh Denny Siregar.

“Gua sempat khawatir PON Papua XX ini akan menimbulkan kluster baru. Tapi ternyata prokes tetap dijalankan. Okelah. Semoga sukses dan sehat semua ya..,” kata Denny Siregar, Sabtu 2 Oktober 2021.

Untuk diketahui, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto mengatakan protokol kesehatan menjadi hal wajib yang benar-benar harus diterapkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Untuk itu pihaknya bersama dengan Kemenkes dan Satgas Covid-19 terus memonitor penerapan protokol kesehatan di PON Papua nanti.

“PON ini sudah tinggal menghitung hari, tanggal 2 (Oktober) sudah pembukaan oleh pak Presiden tapi ada banyak hal yang harus kita selesaikan dalam arti kepanitiaan itu ada di PB PON bersama dengan KONI tapi kami supervisi agar sesuai dengan target dan harapan Bapak Presiden harus sukses, kata sukses itu adalah soal protokol kesehatan,” kata Gatot dalam bincang-bincang kesiapan Prokes Covid-19 PON bersama BNPB Indonesia, Kamis (23/9/2021).

‘Nah. yang paling menarik bahwasanya ini adalah gawe yang sangat besar sekali tapi jangan sampai menimbulkan kluster baru di Papua, kami tidak ingin ada cerita gara-gara PON ada kluster baru di sana, terus covid yang sudah menurun malah jadi naik,” sambungnya.

Gatot menyadari, protokol kesehatan dalam menggelar event olahraga terlebih multievent memang sangat tepat bila mengadopsi aturan yang sebelumnya diterapkan oleh Jepang pada Olimpiade 2020.

Akan tetapi menurutnya, aturan tersebut tak bisa semuanya diterapkan di PON mengingat banyak kendala salah satunya soal anggaran.

Meskipun demikian ada aturan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Papua, yakni setiap atlet sudah ditentukan baik datang dan kembalinya.

“Memang kami tidak copy paste seperti yang di Tokyo. Atlet din sini itu cukup sebelum berangkat dari daerah-darah itu tes PCR, kemudian di sana begitu tiba di perkampungan atlet akan ada pengecekan lagi,” kata Gatot.

“Untuk mengurangi risiko penyebaran (covid-19) Kami buat aturan ketat bersama satgas dan PMK. Contohnya atlet datang H-3 dan pulang H+3, itu sudah harus pulang, tidak ada kata solidaritas kontingen dulu,” pungkasnya seperti dilansir Tribunnews.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani