Netral English Netral Mandarin
07:19 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Aparat Bubarkan Paksa Massa Aksi 1812 FPI Cs, Tagar Bravo TNI-Polri Trending Topic

Jumat, 18-December-2020 20:35

Aksi massa 1812
Foto : Antara
Aksi massa 1812
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tagar 'Bravo TNI-Polri' trending topic di Twitter Indonesia pada Jumat (18/12/2020) sore. Tagar itu digaungkan netizen dalam merespons tindakan aparat yang membubarkan paksa massa Aksi 1812 di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat, siang tadi.

Aksi 1812 digelar oleh Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak) NKRI yang merupakan gabungan sejumlah ormas, seperti Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Netizen yang melambungkan tagar tersebut menyatakan mendukung langkah tegas TNI-Polri dalam menindak massa FPI cs itu. Lewat tagar itu, mereka juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachaman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.



Tak hanya itu, netizen juga mengunggah sejumlah potongan video saat aparat gabungan TNI-Polri memukul mundur massa 1812 yang berkerumun.

Salah satu video yang diunggah netizen dan jadi viral adalah seruan seorang polisi kepada massa Aksi 1812 untuk membubarkan diri atau ditindak tegas aparat.

"Siapapun Anda yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan, kami akan melakukan tindakan tegas. Hitungan tiga, kalau Anda tidak mau melakukan pembubaran kami akan membubarkan," kata polisi itu melalui pengeras suara. 

"Kami hitung satu, dua, tiga, kalau anda belum melakukan pembubaran, kami yang akan membubarkan," sambungnya.

Polisi itu lantas menginstruksikan kepada anggotanya untuk melakukan persiapan dan memukul mundur massa karena mereka enggan membubarkan diri.

"Pasukan persiapan. Satu, dua, tiga, maju! (massa) silahkan kembali. Yang melawan silahkan angkut," tegasnya.

Setelah instruksi itu, barikade polisi kemudian bergerak maju dan mendesak massa untuk mundur. Massa Aksi 1812 pun akhirnya berhasil dipukul mundur aparat.

Berikut komentar netizen yang menggaungkan tagar Bravo TNI-Polri, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (18/12/2020) malam.

"Siapapun anda, dalam hitungan ketiga Mundur. Yang melawan....Tangkap'.
Bravo TNI POLRI. Basmi Kovid Hancurkan FPI #FPIFrontPakarIntoleran," tulis @nila_mrt mengomentari video itu.

"Detik-detik preman berkalung takbir dipukul mundur oleh aparat," cuit @MurtadhaOne1 dengan mengunggah video TNI-Polri mendesak mundur massa Aksi 1812.

"Bila TNI POLRI telah bersinergi untuk rakyat dan demi Ibu Pertiwi, pantang mundur dan siap melibas sampai tuntas. Bravo TNI POLRI," kata @ondholondho59.

"Terimaksih ya papak jenderal.. Telah mengamankan Jakarata dari biang onar dan rusuh. Tak lupa juga kami ucapkan terimakasih yang setinggi tinggi buat aparat yang berada di lokasi. Bravo TNI POLRI," tulis akun @endamabdurohmn dengan mengunggah foto Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachaman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

"Terimakasih pak Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya

Bravo TNI Polri!!! #IndonesiaNegaraHukum," kata @futoday_.

"Duet beliau (Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya) mantab. Semoga makin kedepan DKI bersih dari sampah toleransi.
Bravo TNI & POLRI," kata @djie_gist.

Sebelumnya diberitakan, ormas FPI, PA 212 dan GNPF-U yang tergabung dalam
Anak NKRI menggelar Aksi 1812 bertajuk 'Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI' di Jakarta, pada Jumat (18/12/2020) siang.

Aksi 1812 digelar terkait kasus penembakan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek dan penahanan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya dalam kasus kerumunan di Petamburan pada 14 November 2020.

Ada sejumlah tuntutan yang disuarakan Anak NKRI dalam Aksi 1812, diantaranya usut tuntas kasus tewasnya 6 Laskar FPI, bebaskan Habib Rizieq tanpa syarat, stop kriminalisasi ulama dan stop diskriminasi hukum.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli