Netral English Netral Mandarin
17:41wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Apresiasi Gerak Cepat Polri Tangkap Muhammad Kece, Lieus: Tangkap Juga Paul Zhang

Kamis, 26-Agustus-2021 11:18

Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma
Foto : Netralnews.com/Adiel Manafe
Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma mengapresiasi tindakan cepat Bareskrim Polri menangkap Muhammad Kace alias Muhammad Kece. YouTuber itu ditangkap atas kasus dugaan penistaan agama.

“Saya sampaikan rasa hormat dan apresiasi sebesar-besarnya pada Bareskrim Polri yang dengan cepat bertindak menangkap orang yang sudah bikin gaduh dan menimbulkan keresahan di masyarakat itu,” kata Lieus melalui keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Rabu (25/8/2021).

Penangkapan Kece, sebut Lieus, tentu sangat melegakan publik. “Dengan penangkapan ini terbukti bahwa anggapan Polri melindungi penista agama adalah salah,” ujarnya.

Polri, lanjut Lieus, memang harus proaktif untuk menindak tegas hal-hal seperti itu Demi menghindarkan terjadinya main hakim sendiri, dan bentrokan antar umat beragama  

“Terhadap penistaan agama apapun, Polri tak perlu menunggu pengaduan masyarakat. Tapi bisa langsung bertindak. Sebab kalau dibiarkan, tindakan penistaan agama itu justru membahayakan bagi persatuan bangsa kita yang majemuk ini,” ungkapnya.

Selain memberi penghargaan setinggi- tingginya pada Bareskrim atas ditangkapnya Kece, Lieus juga mendorong Polri untuk segera menangkap Paul Zhang yang juga diduga melakukan penistaan terhadap agama Islam.

“Meski yang bersangkutan katanya telah lari keluar negeri, bukan berarti Polri tak bisa memburunya. Orang-orang seperti itu harus ditangkap dan dihukum agar Indonesia tak terus kisruh oleh pernyataan-pernyataan yang memecah belah rakyat,” jelasnya.

Lieus menegaskan, semua penista agama harus diproses hukum karena telah membuat gaduh bangsa ini.

“Polri harus menangkap semua penista agama itu. Biar timbul efek jera dan orang tidak lagi semena-mena menistakan agama orang lain apapun alasannya,” tandasnya.

Ditambahkan Lieus, setelah 76 tahun merdeka, bangsa ini tidak boleh lagi direcoki oleh ucapan-ucapan orang bodoh yang hanya ingin memecah belah persatuan.

“Karena itu saya berharap Polri segera mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menghina dan menistakan agama apapun yang diakui oleh negara ini,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Bareskrim Polri meringkus Muhammad Kece di wilayah Bali pada Selasa (24/8/2021). Kace diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri.

"Semalam pukul 19.30 WIT sudah ditangkap di tempat persembunyiannya di Badung, Bali," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021).

Sebelum penangkapan, Polri telah menetapkan Muhammad Kece sebagai tersangka kasus penistaan agama. "Iya benar, sudah berstatus tersangka sebelum dia (Muhammad Kece) diamankan di Bali," ungkap Rusdi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli