Netral English Netral Mandarin
13:23wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
RI Gaduh Naik Haji, Arab Saudi Putuskan Ibadah Haji Hanya untuk Jamaah Dalam Negeri Saja, Netizen: Punya Malu Gak ya?

Minggu, 13-Juni-2021 09:03

Menag Yaqut Cholil Qoumas
Foto : Kemenag
Menag Yaqut Cholil Qoumas
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi akhirnya memutuskan bahwa Ibadah Haji hanya akan dilaksanakan untuk jamaah di dalam negeri saja. Menag Yaqut Cholil Qoumas pun angkat bicara menanggapi hal itu.

Banyak warganet memberikan komentar mengingat sebelumnya persoalan naik haji ramai digunjingkan bahkan Menag ikut kena bully. Seolah Menag gagal melobi agar Indonesia bisa mendapat kuota. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Minggu 13 Juni 2021, sejumlah netizen berkomentar. Bahkan ada yang mengajak semua pihak berkaca diri, malu dengan semua polemik yang telah terjadi.

MLT: “BACA !!!!!!”

Prakasha: “Mingkeeeeem dah lo semua. Kadaaaaal mana suaranyaaaaa.”

Sennin Hinata: “Ntar para kadrun sebar hoax ke 11 negara yg kmrn diberi kuota. Dan melempar kesalahan ke pemerintahan. Dianggap pemerintahan Indonesia yg buat 11 negara akhrny dibatalkan.”

Umay Hapsari: “Punya malu gk ya ..?”

Sebelumnya diberitakan, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas langsung angkat bicara terkait keputusan pemerintah Arab Saudi yang hanya memperbolehkan ibadah haji hanya untuk jamaah dari dalam negeri.

Dia pun meminta umat Islam di Indonesia untuk mengambil hikmahnya. Pasalnya, sebelum adanya keputusan dari arab Saudi itu Kemenag telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji Indonesia.

"Ya tentu saja ini harus bersama-sama kita ambil hikmahnya," kata Menag seperti dilansir MNC Portal Indonesia, Sabtu (12/6/2021).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan bahwa pemerintah Arab Saudi maupun Indonesia, dalam memutuskannya sama-sama mempertimbangkan keselamatan dan keamanan jamaah. Mengingat, kata dia, pandemi Covid-19 masih belum dapat dikandalikan.

Ia berharap, pandemi Covid-19 ini segera berlalu. Tak hanya di Indonesia saja, melainkan juga negara-negara di dunia. "Kita semua berdoa, pandemi segera berlalu atau herd immunity global bisa segera dicapai. Sehingga tahun depan bisa menjalankan ibadah haji bisa dibuka dan dijalankan dengan tenang," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Arab Saudi memutuskan pelaksanaan haji 2021 hanya diperuntukkan bagi jemaah yang sudah berada di dalam negeri, baik warga lokal maupun ekspatriat.

Ini mengulangi pelaksanaan haji pada 2020 di mana hanya warga lokal yang diberi kesempatan menunaikan Rukun Islam ke-5 itu.

Kementerian Kesehatan serta Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan kebijakan pelaksanaan haji pada Sabtu (12/6/2021) dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19, sebagaimana dikutip dari Arab News.

Kementerian mengumumkan, pelaksanaan haji tahun ini akan diikuti 60.000 jemaah. Usia jemaah juga dibatasi yakni 18 sampai 65 tahun.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P