Netral English Netral Mandarin
02:52wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Arab Saudi Terbitkan Aturan Soal Pengeras Suara Masjid, Abdillah Toha: Bisa Ditiru, Beranikah Kita?

Selasa, 25-Mei-2021 20:15

Ilustrasi Pengeras suara masjid
Foto : Istimewa
Ilustrasi Pengeras suara masjid
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha mengatakan kalau pemerintah berani mengeluarkan terkait aturan pengeras suara masjid sama seperti kerajaan Arab Saudi.

Menurutnya aturan soal pengeras suara masjid hanya untuk Azan-Iqomah patut jadi contoh dan tentu saja bisa ditiru buat di Indonesia. Namun, apakah pemerintah Indonesia punya keberanian.

"Ini yang bisa ditiru. Beranikah kita?," tulisnya seperti dilansir akun resmi twitternya @AT_AbdillahToha Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Seperti diketahui, Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah memberlakukan pembatasan penggunaan pengeras suara di masjid. Penggunaan pengeras suara masjid hanya diizinkan untuk azan dan iqomah saja.

Seperti dilansir Gulf News, Selasa (25/5/2021) aturan tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Abdul Latif Al Sheikh, Menteri Urusan Islam Saudi, ke semua masjid di seluruh Kerajaan Saudi.

Surat edaran ini dimaksudkan untuk membatasi penggunaan pengeras suara hanya untuk azan dan iqomah. Masjid juga diimbau untuk menurunkan volume pengeras suara ke tingkat sepertiga.

Menteri Abdul Latif Al Sheikh memperingatkan bahwa sanksi akan dijatuhkan terhadap siapa pun yang melanggar surat edaran kementerian yang terbit pada hari Minggu (23/5) tersebut. Dinukil dari detik.com

Azan adalah azan pertama. Sedangkan iqomah adalah azan kedua yang menunjukkan imam telah mengambil tempatnya menghadap ke arah ka'bah dan salat akan segera dimulai.

Surat edaran tersebut didasarkan pada Hadis Nabi Muhammad (SAW) yang berbunyi "Sesungguhnya! Anda masing-masing memanggil Tuhannya dengan tenang. Yang satu tidak boleh mengganggu yang lain dan yang satu tidak harus meninggikan suara dalam pelafalan atau dalam doa di atas suara yang lain."

Aturan tersebut juga didasarkan pada fatwa oleh sebagian besar ulama Islam senior seperti Syeikh Mohammed bin Saleh Al Othaimeen dan Saleh Al Fawzan. Mereka berfatwa bahwa pengeras suara di masjid hanya boleh digunakan untuk azan dan iqomah.

Menteri memperingatkan bahwa sanksi akan dijatuhkan terhadap siapa pun yang melanggar surat edaran kementerian yang terbit pada hari Minggu (23/5) itu. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli