Netral English Netral Mandarin
20:32wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Arie Keriting Kembali Pertanyakan Ikon PON Papua, Warganet: Wah Pecah Belah Ini

Jumat, 04-Juni-2021 13:15

Arie Keriting Kembali Pertanyakan Ikon PON Papua.
Foto : Galamedia
Arie Keriting Kembali Pertanyakan Ikon PON Papua.
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komedia Arie Keriting kembali mempertanyakan perbedaan ikon pada PON XX Papua dan penyelenggaraan PON sebelumnya.

Menurut Arie, PON sebelumnya tidak ada ikon sama sekali. “Apa yang membuat kalian boleh melakukan ini pada orang Papua?,” ujar Arie yang diunggah pada Twitternya, Jumat, (4/6/2021).

Ia menambahkan, “Saya sudah nonton klarifikasi dari pihak pelaksana. Tidak ada sedikit pun jawaban atas tindakan Cultural Apropriation itu. Hanya penjelasan soal duta dan ikon. Sebelum-sebelumnya tidak ada istilah ikon dalam PON di tempat lain."

Apa yang membuat kalian merasa boleh melakukan hal ini pada orang Papua terutama perempuan Papua. Ayolah, kita posisi kan mereka di panggung utama, lalu kita dukung sama-sama dari pinggir. Ini event digelar di Tanah Papua, mari tempatkan Putra dan Putri Papua sebagai penampil utama. Kita support PON XX Papua bersama-sama yuk. Kan enak kalau melihat cantik itu dari perwakilan Perempuan Papua juga, tulis Arie di Instagramnya.

Duta PON XX Papua, Boaz dan Perempuan Papua. Itu saja cukup. Tinggal kita support bersama-samaUsai memosting artikel tersebut, warganet langsung memberik komentar pro dan kontra.

Sebut saja akun @Devisinyo menulis,”belah ini mah...wahh pansos

@Wulanqimio, mengatakan, “tipe org yg maksa dan merasa pendapat dia benar

@Rniasti21,  “Pemecah persatuan anda dengan membawa bawa cultural appropriation. Silahkan nikmati panggung anda, rans lagi banyak kerja sama besar gaada waktu buat urusin ocehan lo!

Sebelumnya Arie  mempertanyakan Nagita Slavina yang terpilih menjadi icon PON XX Papua. Di akun Instagramnya ia menulis sebenarnya sudah sejak awal merasa ada yang janggal dengan hal ini, tetapi saya menunggu tanggapan dari saudara-saudari asli Papua terkait dengan hal ini. 

Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation.

Menurut Arie  seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papua. Tapi kita juga menyadari bahwa kapabilitas Kak Nagita dalam membawa misi sosialisasi untuk PON XX Papua ini sangat dibutuhkan. Solusinya Duta PON XX Papua harus tetap perempua 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P