Netral English Netral Mandarin
02:16wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Arteria Bela Pelaku Pengeroyokan Nakes, Pakar: Tindakannya Seperti Pengacara, Bukan Anggota DPR

Jumat, 13-Agustus-2021 22:30

Pakar Hukum Tata Negara Asep Warlan Yusuf
Foto : Istimewa
Pakar Hukum Tata Negara Asep Warlan Yusuf
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Tata Negara Asep Warlan Yusuf  mengkritik langkah Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang membela tiga orang tersangka dalam kasus pengeroyokan tenaga kesehatan (nakes) di Bandar Lampung.

Asep mendesak PDIP dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Arteria Dahlan dalam perkara tersebut.

"Apa yang menjadi dugaan pelanggaran etik oleh Arteria Dahlan seyogyanya harus segera ditindaklanjuti oleh MKD dan PDIP. Walau secara pribadi saya merasa pesimis akan ada tindak lanjutnya," kata Asep kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

Menurutnya, tindakan Arteria yang membela pelaku pengeroyokan nakes dengan membuat pernyataan yang terkesan mengintervensi pokok perkara.

Asep berpendapat, sikap Arteria layaknya kuasa hukum dari pihak pelaku pengeroyokan dan tidak mencerminkan tindakan dari seorang wakil rakyat.

"Apa yang Arteria Dahlan katakan, terkait pasal dan ancamannya yang ingin menuntut melaporkan balik terhadap pihak-pihak yang terkait dengan dugaan keterangan palsu, itu sudah mencerminkan tindakan seorang pengacara, bukan lagi seorang Anggota DPR," ujarnya.

Asep menilai, keputusan Arteria Dahlan membela pelaku pengeroyokan itu menunjukkan sikap seorang Anggota DPR atau petugas partai yang tidak memiliki empati kepada korban pengeroyokan.

"Jadi perlu ditegaskan, jika PDIP dan MKD DPR tidak ingin disebut disfungsi, maka dugaan pelanggaran etik oleh Arteria Dahlan ini harus ditindaklanjuti, dimana hati seorang wakil rakyat ketika memilih membela pelaku pengeroyokan ketimbang korban. Apakah begitu karakter pejabat dari PDIP? dimana empatinya?," ucap dia.

Hal itu diungkapkannya, mengingat saat ini partai politik di Indonesia dianggap sudah tidak memiliki fungsi pengawasan ke dalam internalnya sendiri.

Begitu juga, lanjut Asep, dengan MKD DPR yang sering kali menjadikan tata acara menunggu pengaduan atau laporan resmi, sebagai alasan untuk  menindaklanjuti sebuah pelanggaran.

Sementara pelanggaran yang diperbuat oleh seorang petugas partai dan wakil rakyat, tambah Asep, jelas merupakan sebuah tindakan yang menciderai nama dari kedua lembaga tersebut.

Seperti halnya DPR, Asep menyebut tindakan pengawasan yang lemah dari MKD diyakini menjadi penyebab hilangnya kepercayaan rakyat terhadap DPR saat ini.

"Katakanlah peneguran dari partai terhadap Arteria, seyogyanya itu harus. Selanjutnya MKD bagaimana? harus menunggu ada yang melaporkan?," tuturnya.

"Inilah salah satu penyebab hilangnya kepercayaan rakyat terhadap DPR. Karena kesannya di mata rakyat partai politik dan MKD DPR saat ini sudah disorientasi," pungkas Asep.

Sebelumnya, keluarga pelaku pengeroyokan nakes di Bandar Lampung mengajukan penangguhan penahanan melalui Arteria Dahlan kepada penyidik Polresta Bandar Lampung.

Arteria menyatakan, dirinya akan menjamin ketiga tersangka dalam penangguhan penahanan tersebut. Ia menjamin ketiga tersangka tidak akan melakukan perbuatan melawan hukum, seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti, hingga melakukan perbuatan yang sama.

Arteria menjelaskan, pihak keluarga tersangka dalam perkara tersebut telah sepakat untuk melanjutkan perkara tersebut hingga persidangan.

Politisi PDIP itu juga akan menanyakan kepada penyidik Polresta Bandar Lampung terkait penetapan pasal yang dikenakan terhadap tiga pelaku.

"Sejujurnya kami keberatan dengan pasal yang ditetapkan penyidik. Tetapi kami hargai itu, dan kami akan menguji apakah pasal ini tepat dihadapkan kepada ketiga pelaku atau ada pasal yang lain," kata Arteria, Selasa (10/8/2021), dilansir dari Antara. 

Menurutnya, hal yang membuat pasal tersebut tidak tepat terhadap tiga pelaku lantaran ada salah satu tersangka yang berada di dalam mobil saat peristiwa tersebut terjadi.

Arteria menambahkan, dalam perkara itu, ia juga akan melaporkan balik terhadap pihak-pihak yang terkait. Dirinya akan mengungkap apakah ada keterangan palsu yang diberikan dalam perkara tersebut.

"Saya akan ungkap keterangan palsu, kita akan serius ungkap di balik ini. Kami juga minta kejaksaan untuk menempatkan jaksa terbaiknya untuk membantu mengawal proses penegakan hukum ini," jelas Arteria.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli