Netral English Netral Mandarin
02:23wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
AS Izinkan Penggunaan Darurat Obat Sotrovimab GSK-Vir untuk COVID, namun Bukan untuk Pasien Rawat Inap

Kamis, 27-Mei-2021 08:16

Rekan peneliti Sachi Johnson bekerja di Sorrento Therapeutic, tempat usaha mengembangkan sebuah antibodi STI-1499 sedang dilakukan untuk mencegah penyakit virus corona (COVID-19), di San Diego, Califo
Foto : Antara/Reuters
Rekan peneliti Sachi Johnson bekerja di Sorrento Therapeutic, tempat usaha mengembangkan sebuah antibodi STI-1499 sedang dilakukan untuk mencegah penyakit virus corona (COVID-19), di San Diego, Califo
6

WASHINGTON, NETRALNEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengizinkan penggunaan darurat obat antibodi yang dikembangkan oleh Vir Biotechnology dan GlaxoSmithKline untuk mengobati COVID-19 ringan hingga sedang pada usia 12 tahun ke atas. 

Obat antibodi Sotrovimab tidak diperuntukkan bagi pasien COVID-19 rawat inap atau pasien yang membutuhkan terapi oksigen, menurut regulator kesehatan tersebut pada Rabu (26/5/2021). 

Sotrovimab masuk ke dalam kelas yang disebut antibodi monoklonal, yang meniru antibodi alami yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi. 

Obat antibodi Sotrovimab akan tersedia bagi pasien COVID-19 dalam beberapa pekan mendatang, kata GSK dan Vir, menambahkan bahwa mereka berencana mengajukan permohonan pemasaran kepada FDA pada paruh kedua 2021. 

Pengobatan COVID-19 serupa, yang dikembangkan Regeneron Pharmaceuticals dan Eli Lilly, telah diizinkan untuk penggunaan darurat di AS. 

Regulator obat Uni Eropa pekan lalu mendukung penggunaan Sotrovimab untuk pasien COVID-19 yang berisiko mengalami penyakit parah dan tidak membutuhkan oksigen tambahan.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli