3
Netral English Netral Mandarin
17:02 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Dituduh Telantarkan Anak, Netizen Malah Bela Ashanty: Yang Kaya Gini KPAI Demen

Minggu, 07-Februari-2021 16:55

Dituduh Telantarkan Anak, Netizen Malah Bela Ashanty: Yang Kaya Gini KPAI Demen...
Foto : Berita Heboh
Dituduh Telantarkan Anak, Netizen Malah Bela Ashanty: Yang Kaya Gini KPAI Demen...
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Abdul Hamim Jauzi, dari LBH Keadilan berniat melaporkan Ashanty ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Hal itu menyusul dengan dugaan tindak penelantaran yang dilakukan Ashanty kepada anak angkatnya, Muhammad Putra.

Di sosial media, banyak warganet soroti berita tersebut. Uniknya, di akun FB Mak Lembe Turah, Minggu (7/2/21), tak sedikit netizen justru membela Ashanty.

MLT: "Wah rame..."

Kinah Sa: "Maaf deh makkk jujur saya kasihan sama anak angkat nya tp terlalu dableg dan terlalu banyak alesan,di suruh skolah sering bolos ,pindah di pesantren mahal katanya sakit pdhal tdk,duit di kasih trus si anak angkat nya ngomong nya cm buat konten pdhal smua yg ada di kluarga ashanty semua masuk konten tanpa terkecuali ,kan di pesantren ada temen nya anak angkat cewek namanya aulia ,tuh anak kayaknya yg putra kebanyakan bohong nya ,kan ashanty sdh jelasin di yuotube nya sampai di sini pertemuan dan kebersamaan nya lah kok pd gk paham .ashanty kan sdh lepas tanggung jwb karena anaknya yg gimana . tonton lah youtube nya biar pd paham . dah lama jg baru masuk berita."

Hanunaptra: "Yg kaya gini KPAI demen."

Handa Sugiharto: "Receh banget, yg jelas2 terlantar ngamen di pinggir jalan, jadi pemulung, pengemis malah gak ada yg peduli.Karena Ashanty ada duitnya, jadi rame..."

Sebelumnya diberitakan, sebelum melaporkan hal tersebut ke KPAI, Abdul ingin melihat respons Ashanty. Dia menunggu klarifikasi istri Anang Hermansyah itu soal biaya pemutusan sekolah Putra di pesantren.

"Pertama saya melihat respon Ashanty seperti apa dulu. Ada tidak itikad baik untuk memberi keterangan," ungkap Abdul saat jumpa press di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (6/2/2021).

Menurutnya, Ashanty tetap akan dilaporkan KPAI kalau tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Dia merasa Putra cukup dirugikan atas kasus ini.

"Ketika tidak ada (klarifikasi), ini ada hak pendidikan yang dirugikan. Putra ini dirugikan. Biasanya kita akan melaporkan ke KPAI," tuturnya.

Namun laporan bakal dilakukan, setelah mendapat persetujuan dari orang terdekat Putra.

"Tergantung nanti, saya juga mau bicara dengan kakaknya. Apa pun karena masih ada kakaknya. Meskipun saya sebagai warga negara bisa saja menggugat karena faktanya ada kebohongan," jelasnya.

"Saya merasa dibohongi Ashanty. Putra Ulang tahun diberi handphone, faktanya Putra tidak menerima," sambungnya lagi.

Sebelumnya, Putra adalah bocah yang viral di media sosial karena berjualan cilok di usia yang relatif masih kecil. Setelah heboh. Abdul dan rekan-rekannya pun berinisiatif menggalang dana pendidikan untuk Putra melalui KitaBisa.

Dana itu dikelola untuk keberlangsungan hidup Putra dan saudara kandungnya.

Dari situ Anang Hermansyah dan Ashanty pun menghampiri Putra dan mengatakan akan membiayai pendidikan Putra sebagai anak angkat. Hanya saja, pasangan selebritis tersebut tidak mengadopsi Putra secara hukum.

Karena dijanjikan akan dibiayai, Putra yang sebelumnya sekolah di SD di Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan dipindahkan ke sebuah pesantren di Bogor, Jawa Barat.

Hanya saja, kini pendidikan yang baru ditempuh selama satu semester tiba-tiba diputus secara sepihak oleh Ashanty.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto