Netral English Netral Mandarin
03:58wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Awak KRI Nanggala-402 Gugur, Menag: Mari Kita Lakukan Salat Gaib untuk Mendoakan para Pejuang Bangsa

Minggu, 25-April-2021 22:18

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Foto : Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Agama (Menag)  Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat untuk menggelar Shalat Gaib untuk 53 awak kapal KRI Nanggala-402 yang telah dinyatakan gugur oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Mari kita lakukan Shalat Gaib untuk mendoakan para pejuang bangsa. Semoga mereka mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/4/2021).

Di samping itu, Yaqut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para pahlawan bangsa saat bertugas.

Ia mengimbau umat beragama untuk mendoakan seluruh awak kapal Nanggala-402. Pun demikian dengan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan atas ujian yang menimpa mereka.

"Saya mengajak dan mengimbau seluruh umat beragama untuk meluangkan waktu, mendoakan yang terbaik untuk awak KRI Nanggal-402," kata dia.

Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri atas 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan terpedo.

Dalam jumpa pers di Bali, Sabtu (24/4), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan status KRI Nanggala-402 telah menjadi "subsunk" (tenggelam) setelah tim pencari melakukan pencarian selama 72 jam.

Sabtu (24/4) adalah pencarian hari ketiga sejak KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4) dini hari di perairan sisi utara Pulau Bali. Sabtu pagi juga merupakan batas akhir life support (pendukung untuk hidup) berupa ketersediaan oksigen bagi kru KRI Nanggala, yakni 72 jam, jika listrik dalam kapal mati total (black out).

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli