Netral English Netral Mandarin
09:55wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Awal Pekan Nilai Tukar Rupiah Terkoreksi, Ini Penyebabnya

Senin, 26-Juli-2021 10:22

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Nilai tukar (kurs) rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan terkoreksi seiring pelaku pasar yang menunggu hasil rapat bank sentral Amerika Serikat, The Fed. 

Pada pukul 09.44 WIB, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.498 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.493 per dolar AS. 

"Hari ini rupiah mungkin bisa melemah terhadap dolar AS karena pasar menantikan hasil rapat kebijakan moneter The Fed pada Kamis dini hari pekan ini," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/7/2021). 

Menurut Ariston, pasar mengantisipasi kemungkinan bank sentral mengeluarkan pandangan pengetatan moneter dalam waktu dekat. 

Selain itu, kenaikan kasus COVID-19 yang masih berlangsung di sejumlah negara terutama di kawasan Asia Tenggara juga masih menjadi kekhawatiran pasar. 

Di Indonesia, pembatasan ketat masih diberlakukan meski sedikit lebih longgar karena kenaikan kasus masih cukup tinggi. 

Dari dalam negeri, terjadi penambahan 38.679 kasus baru COVID-19 pada Minggu (25/7/2021) sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 3,16 juta kasus. 

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 bertambah 1.266 kasus sehingga totalnya mencapai 83.279 kasus. 

Sementara, sebanyak 2,5 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif COVID-19 mencapai 573.908 kasus. 

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, minat pasar terhadap aset berisiko masih terlihat cukup tinggi dengan kenaikan indeks saham di AS dan Eropa pada perdagangan Jumat (23/7/2021) kemarin. 

"Bitcoin juga terlihat menguat tajam pagi ini, sudah kembali ke level 38 ribu dolar per coin. Sentimen ini mungkin bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah," kata Ariston. 

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.520 per dolar AS. 

Pada Jumat (23/7/2021) lalu, rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.493 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli