Netral English Netral Mandarin
01:00wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Awas, Pengguna Rokok Elektronik Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19!

Kamis, 16-September-2021 16:58

Ilustrasi asap rokok elektronik
Foto : Istimewa
Ilustrasi asap rokok elektronik
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa pengguna vape atau rokok elektronik, berisiko lebih tinggi untuk terkena Covid-19. Demikian disampaikan dr Adam Prabata PhD Candidate in Medical Science at Kobe University dan edukator Covid-19. 

Risiko tersebut diduga terjadi karena, vape dapat menurunkan imunitas terhadap infeksi saluran napas. Vape juga dapat mengiritasi bahkan merusak sel-sel di paru. 

“Kebiasaan merokok atau pernah merokok dapat meningkatkan risiko sakit berat hingga meninggal dunia apabila terkena Covid-19. Pengguna vape untuk menggantikan rokok juga tetap memiliki risiko-risiko tersebut,” ujar dr Adam, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021). 

Diakui dr Adam, merokok merupakan perilaku, bahkan kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai, apakah rokok bisa bermanfaat atau malah meningkatkan risiko Covid-19. 

Berdasarkan penelitian dari Umnuaypornlert 2021, mereka yang merokok 2,48 kali lebih tinggi berisiko mengalami Covid-19 yang lebih berat daripada terinfeksi. Selain itu mereka yang merokok juga 2,58 kali lebih tinggi berisiko meninggal dunia akibat Covid-19. 

Central of Disease Control (CDC) menyatakan bahwa orang yang masih atau pernah merokok termasuk kelompok orang-orang yang lebih besar risikonya untuk mengalami sakit berat bila terkena Covid-19. Selain perokok, orang yang termasuk ke dalam kelompok lebih berisiko tersebut kebanyakan adalah orang-orang dengan penyakit-penyakit tertentu. 

“Mengapa merokok dapat meningkatkan risiko bila terkena Covid-19? Karena itu menurunkan imunitas terhadap infeksi saluran napas,” ujar dr Adam. 

Selain itu alasan merokok dapat meningkatkan risiko karena tdapat kerusakan paru akibat rokok, sehingga lebih rentan apabila terkena Covid-19. Rokok juga berhubungan dengan penyakit yang menjadi komorbid Covid-19. Diantaranya adalah diabetes, penyakit paru, penyakit jantung dan lain-lain. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli