Netral English Netral Mandarin
14:51wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Aziz Sebut Cairan Putih Pembersih WC Bukan Bahan Bom, DS: Halahh, Dulu Bilang Golok Buat Ngupas Mangga, Lambe Bosok

Rabu, 28-April-2021 11:57

Tim kuasa hukum, Aziz Yanuar
Foto : Radar Cirebon
Tim kuasa hukum, Aziz Yanuar
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar geram karena cairan putih yang ditemukan Densus 88 di bekas markas FPI disebut sebagai pembersih WC masjid oleh kuasa hukum Munarman. 

“Halahhh zizzz... Dulu bilang golok buat ngupas mangga. Sekarang bahan bom buat bersih WC. Lambe bosok..,” kata Denny Siregar, Rabu 28 April 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, saat Densus menggeledah eks markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, buntut penangkapan eks Sekum FPI, aparat menemukan cairan triacetone triperoxide (TATP).

Tim kuasa hukum, Aziz Yanuar mengatakan, cairan itu merupakan bahan pembersih WC. Dia mendapatkan informasi bahwa cairan itu digunakan untuk membersihkan WC masjid.

"Itu bahan pembersih WC infonya, untuk program bersih bersih wc masjid," kata eks pengacara FPI itu saat dimintai konfirmasi, Selasa (27/4/2021).

Untuk diketahui, penangkapan Munarman juga terkait dengan baiat teroris di sejumlah daerah. Karena itu, polisi menelusuri keterkaitannya dengan ISIS.

Polisi menggeledah eks Markas FPI. Mereka membawa barang bukti bahan peledak di eks markas FPI.

"Kemudian beberapa tabung yang isinya adalah serbuk yang dimasukkan di dalam botol-botol yang serbuk tersebut mengandung nitrat yang sangat tinggi, jenis aseton dan itu juga akan didalami penyidik," katanya.

Kemudian, polisi juga membawa barang bukti bahan peledak jenis TATP. TATP merupakan jenis bahan peledak yang sama dengan yang ditemukan di penangkapan diduga teroris di Condet dan Bekasi.

"Dan ada beberapa botol plastik yang berisi TATP. Ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak, yang mirip dengan yang ditemukan di Condet dan Bekasi beberapa waktu lalu. Ini akan didalami oleh Puslabfor tentang isi dari kandungan cairan tersebut," katanya dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli