Netral English Netral Mandarin
11:03wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Bagai Kisah Azka Corbuzier, Begini Perjuangan Ayah yang Setia Jaga Chandra Liow saat Kritis Covid-19

Rabu, 15-September-2021 17:15

Chandra Liaw melewati badai sitokin.
Foto : Bloggerku.
Chandra Liaw melewati badai sitokin.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Banyak yang sudah tahu, Content Creator Chandra Liow baru saja sembuh dari Covid-19 dan selamat dari badai sitokin yang mengancam nyawanya. Chandra bahkan menceritakan secara detil perjuangan yang dia lalui selama kritis melalui tayangan video di media sosial pribadinya. 

Di sisi lain kita juga sudah ketahui bahwa Content Creator Deddy Corbuzier pun pernah mengalami keadaan yang sama. Terinfeksi Covid-19, memasuki fase badai sitokin, kritis dan nyaris meninggal, Deddy merasa beruntung ditemani oleh anaknya, Azka Corbuzier.

Tetapi belum banyak yang tahu bahwa ada perjuangan dan kesetiaan pula yang dilakukan oleh seorang Ayah Chandra. Ayahnya ternyata selalu menemani Chandra, dari mulai Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah hingga kritis dirawat di rumah sakit. 

Chandra mengaku saat pertama dinyatakan positif Covid-19 satu minggu setelah dirinya ulang tahun. Dia kemudian mengabari sang ayah dan ibu yang tinggal berbeda rumah dengannya, bahwa dia sedang sakit. Tapi Chandra tidak menyangka bahwa kedua orang tuanya datang menjenguk dan menemani ke rumahnya. 

Sang ayah lantas melihat keadaan Chandra yang tampaknya bukan sakit biasa. Chandra terlihat kerap batuk kering dan bolak-balik kamar mandi karena buang air. Ayahnya pun sudah menduga Chandra terkena Covid-19 dan memastikan memanggil layanan tes Covid-19 ke rumah. 

Benar saja, sakit yang disembunyikan Chandra akhirnya ketahuan oleh sang ayah dan ibu. Chandra mengaku, memang sedari awal tidak ingin memberitahu kedua orang tuanya karena merasa bisa mengatasi sakitnya sendiri. 

“Candra waktu Isoman, saya lihat ini sudah lain. Hari pertama, ketiga saya lihat sudah lain. Pas hari ke enam saya bilang, Chandra kita harus ke rumah sakit,” cerita Ayah Chandra, dikutip dari tayangan Youtube Deddy Corbuzier, Rabu (15/9/2021). 

Tetapi Chandra justru mengelak, dia masih menahan dan klaim bisa mengatasi rasa sakit yang dialami. Sampai pada akhirnya di hari ke sembilan, keadaan Chandra memburuk dan saturasi oksigen sudah di angka 70 hingga dilarikan ke rumah sakit. 

Ayah Chandra yang sehat rela menemani anaknya yang masuk ke IDG. Padahal di ruangan itu dipenuhi orang yang terinfeksi Covid-19. Dia pun menelan kemarahan dokter dan perawat di rumah sakit karena bersih keras ingin menemani Chandra. Bermodalkan masker dobel, face shield, topi dan sering cuci tangan, sang ayah menemani hari-hari Chandra yang kritis. 

Ayahnya dengan setia memberikan Candra minum menggunakan sedotan, pasalnya sang ayah tidak mau anaknya minum melalui selang yang menyulitkan. Sudah terkena air liur, terkena muncratan batuk, hingga tersembur batuk saat memberi Chandra minum pun tetap dijalani. 

Sang ayah bahkan memperhatikan sebuah alat pemantau jantung yang berfungsi untuk memonitor keadaan Chandra. Ayahnya menilai, alat kesehatan tersebut berisik dan cukup menganggu waktu istirahat anaknya yang perlu tidur. 

Ayahnya sempat meminta agar perawat melepas alat pantau jantung tersebut, karena tidur Chandra menjadi tidak nyenyak. Sebagai gantinya, sang ayah akan mengganti fungsi alat tersebut dengan terus memantau detak jantung Chandra melalui nadi. 

Perawat yang sempat menolak akhirnya memenuhi permintaan tersebut. Ayah Chandra rela tidak tidur empat hari empat malam lamanya, demi memantau detak jantung sang anak sesuai dengan hitungan yang diajarkan oleh perawat. 

“Saya bersyukur dia (jadi) tidur nyenyak. Kalau saya tidak tidur, ya tidur paling setengah jam. Karena saya gantiin mesin itu. Banyak suster juga yang marah, kalau (Chandra) batuk, jangan deket lho,” ujar Ayahnya yang saat itu merasa sedih dan berusaha tetap tegar. 

Menahan air mata, ayahnya selalu menemani hari-hari Chandra, memberikan dukungan melalui perbuatan dan perkataan. Melihat anaknya kritis, dia juga tak lupa berdoa dan rela bila harus meninggal karena anaknya. 

Melihat perjuangan ayah dari Chandra, Deddy pun akui mirip dengan tindakan yang dilakukan oleh Azka. Chandra dan ayahnya juga mengakui bahwa apa yang dialami Deddy juga terjadi pada hidup mereka, tetapi bedanya posisi ayah pada anak.

Lebih lanjut Chandra akui bahwa hubungan dia dengan ayah, ibu dan saudara sebetulnya tidak begitu dekat, apalagi tinggal beda rumah. Tetapi dengan adanya Covid-19 yang dialami, Chandra tidak menyangka sebegitu besar kasih sayang sang ayah pada anaknya yang jarang balas WhatsApp dan jarang angkat telepon itu. 

Hingga tiba di 2 September 2021, sang ayah ulang tahun dan merasa mendapatkan kado paling istimewa yakni sebuah foto rontgen paru anaknya yang sudah tidak ada bercak. Di hari itu Chandra dinyatakan pulih dan hubungan dengan keluarga menjadi semakin erat. Chandra kemudian akui bahwa komunikasi dalam keluarga menjadi amat penting. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani