Netral English Netral Mandarin
10:20 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Bagaimana Bila Ada Vaksin yang Rusak dan Tak Sesuai Prosedur? Ini Penjelasan Menkes

Senin, 07-December-2020 14:25

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
Foto : Netralnews.com /Martina Rosa Dwi Lestari
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto  memberikan penjelasan terkait tibanya 1,2 juta dosis Vaksin Corona Sinovac di Indonesia. Penjelasan disampaikan Menkes karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah leading sector atau sektor teknis yang akan memimpin dalam pelaksanaan vaksinasi.

Menkes mengatakan, Pemerintah Indonesia menjadikan vaksinasi menjadi bagian dari strategi penanggulangan pandemi Covid-19. Pemerintah hanya akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai  dengan rekomendasi dari World Health Organization (WHO).

Vaksin Covid-19 kita ketahui telah tiba pada hari Minggu (6/12/2020) sebanyak 1,2 juta dosis yang merupakan bagian dari pengadaan tahap pertama sebanyak 3 juta dosis. Selanjutnya vaksin akan segera dilakukan persetujuan untuk penggunaan emergency use autoritationnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai dengan scientific  dan ketentuan perundang-undangan.



Selain itu dilakukan pemeriksaan kualitas vaksin, termasuk dokumen vaksin arrival report. Kemudian pengisisan dokumen vaksin arrival report dilakukan dengan lengkap dan benar sesuai dengan pemeriksaan fisik vaksin.

“Pemeriksaan fisik barang harus dilakukan secara teliti dan cermat sehingga kita yakin status vaksin yang diterima dalam kondisi vaksin yang baik, tidak ada kemasan atau isi rusak dan suhu selama perjalanan pengiriman sesuai prosedur,” kata Menkes, saat konferensi pers virtual, Senin (7/12/2020).

Lantas, bagaimana bila ada vaksin yang rusak atau tidak sesuai dengan prosedur?

“Kalau ada barang yang rusak atau prosedur yaag tidak sesuai, segera kita sampaikan pada penyedia vaksin dengan melampirkan vaksin arrival reportnya,” tegas Menkes Terawan.

Lebih lanjut Bio Farma telah memastikan kendaraan pendingin dalam kondisi baik, sehingga monitoring suhu di perjalanan dari bandara sampai ke gudang vaksin dapat terjaga baik. Selanjutnya masuk gudang vaksin yang telah disiapkan dengan kapasitas yang mampu menampung vaksin serta sesuai dengan standar prosedur operasional manajemen rantai dingin.

Menkes terangkan, pemerintah bersama masyarakat terus bekerja keras untuk mengendalikan Pandemi Covid-19. Per 6 Desember 2020 terdapat 575.796 kasus terkonfirmasi. Jumlah kasus sembuh sebanyak 474.449, recovery rate 82,5%. Angka kematian sebanyak 17.740 dengan case vatality rate sebesar 3,08% .

“Untuk itu perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan namun juga diperlukan intervensi untuk memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19 melalui upaya yang bisa menimbulkan kekebalan tubuh dengan pemberian vaksin atau vaksinasi,” jelas Menkes Terawan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati