Netral English Netral Mandarin
02:20wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Bagaimana Dampak Jangka Panjang Vaksin Covid-19?

Minggu, 19-September-2021 18:20

Kemenparekraf.
Foto : Manffan vaksin untuk jangka panjang.
Kemenparekraf.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Edukator Kesehatan dr RA Adaninggar, SpPD mengatakan, meskipun data jangka panjang Vaksin Covid-19 belum ada, masyarakat sebenarnya tidak perlu khawatir. Pasalnya, sejarah mencatat bahwa manusia memiliki pengetahuan yang sangat baik mengenai bagaimana kerja vaksin dan bagaimana tubuh manusia merespon vaksin. 

Efek samping vaksin yang terjadi cepat adalah reaksi alergi atau anafikasis selama 15-30 menit pertama. Ada pula efek samping ringan seperti demam, nyeri otot, nyeri kepala, nyeri di tempat suntikan yang ebrlangsung dalam beberapa hari kemudian. Selain itu ada pula efek samping yang muncul terlambat, namun sangat jarang terjadi 

“Pemantauan efek samping vaksin dalam beberapa dekade terakhir, tidak ada laporan efek samping yang terjadi dalam dua bulan lebih setelah vaksin. Ini sesuai dengan imunologi dan fisiologi tubuh manusia, waktu yang digunakan saat uji klinik. Tidak ditemukan pula hubungan vaksin dengan penyakit-penyakit tertentu,” jelas dia, dikutip dari infografisnya, Minggu (19/9/2021).

Lebih lanjut dia jelaskan, vaksin teknologi mRNA dan viral vector seolah baru di mata awam, namun sebenarnya sudah diteliti oleh ilmuwan 50-60 tahun terakhir. Vaksin mRNA pernah diteliti untuk terapi kanker, influenza, HIV, zika, rabies dan beberapa sudah pernah ada uji klinis pada manusia, Sedangkan vaksin viral vector juga sudah sering diteliti untuk influenza, HIV, HPV, dengue, campak dan lain-lain.

“Komponen mRNA akan didisintegrasi dalam 48 jam dan tidak bisa mengubah DNA manusia karena mRNA tidak bisa masuk ke dalam inti sel. Kedua teknologi ini sebenarnya sudah banyak dipelajari dan digunakan sebelum pandemi,” terang dia.

Manusia juga sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai fisiologis tubuh manusia dan apa yang diperkirakan akan terjadi sebagai respon terhadap vaksin. Ilmu fisiologi membantu manusia memahami bagaimana tubuh manusia bekerja saat sehat dan sakit, serta bagaimana respon tubuh bila ada benda asing yang masuk. Seperti vaksin atau kuman dari luar.

Tubuh manusia akan biasa membedakan benda asing ataupun sel tubuh sendiri, kecuali autoimun, sehingga dalam waktu beberapa hari-minggu, benda asing pasti akan disingkirkan. Reaksi radang yang terjadi setelah vaksin menunjukkan respon tubuh untuk mengatasi benda asing tersebut, dibentuk sel memori dan antibodi. Jadi tidak mungkin ada komponen vaksin yang bersembunyi dari respon imun kemudian muncul beberapa tahun kemudian.

“Sudah cukup banyak orang yang mendapatkan vaksin Covid sehingga cukup untuk menilai keamanannya. Hingga sekarang sudah >3,3 Miliar orang di dunia sudah divaksin, statistik yang sangat besar sehingga efek samping yang sering, jarang maupun sangat jarang sudah bisa diidentifikasi,” terang dr Adaninggar.

Contoh, adanya efek samping sangat jarang dari vaksin berbasis viral vector, yaitu efek pembekuan darah yang baru teridentifikasi setelah jutaan orang divaksin, kondisi yang bisa dideteksi dini dan ditangani. 

“Profil keamanan dan efek samping vaksin Covid sudah jelas teridetifikasi. Sudah cukup waktu terlewati untuk terjadinya suatu efek samping jangka panjang dari vaksin Covid,” kata dr Adaninggar.

Semua vaksin sudah diuji klinis selama >2bulan dan hingga sekarang dengan sudah disuntikkan ke >3,3 Miliar orang sudah cukup membuktikan tidak adanya efek samping jangka panjang dari vaksin Covid ini.

Penelitian yang masih terus berjalan adalah meneliti berapa lama kekebalan akan bertahan setelah vaksin dan apakah dibutuhkan penyuntikkan booster nantinya. Penelitian iini akan terus dilakukan hingga 2022-2023.

“Tidak ada alasan ilmiah untuk menunggu lagi efek jangka panjang dari vaksin Covid, yang kita tunggu adalah kepastian berapa lama kekebalan terbentuk setelah vaksin. Sejak adanya vaksin, sebagian besar yang bergejala berat dan meninggal adalah yang belum divaksin, manfaat jauh lebih besar dari risikonya,” jelas dr Adaninggar.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani