Netral English Netral Mandarin
04:26wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Bahayakah Menggunakan Filter Hepa

Minggu, 18-Juli-2021 03:00

Masker HEPA harus ditelaah lagi penggunaannya.
Foto : LG Electronics
Masker HEPA harus ditelaah lagi penggunaannya.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - HEPA atau yang berarti High Efficiency Particulate Air adalah jenis filter udara mekanis yang bekerja dengan menyaring debu, asap rokok, bulu hewan, dan lainnya yang terdapat dalam udara kita sehari-hari.

Filter tersebut membantu menjaga kemurnian udara di dalam rumah. HEPA filter biasanya ditemukan pada alat penyedot debu ataupun air purifier yang dijual secara bebas di pasaran. 

Saat ini banyak sekali tersebar, masker yang dilengkapi dengan filter HEPA, dianggap efektif dalam menangkal virus corona. Dilansir dari berbagai sumber termasuk popmama, berikur fakta mengenai filter HEPA:

Masker kain dengan filter HEPA

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa masker kain yang menggunakan atau mengandung bahan filter HEPA lebih efektif dibandingkan dengan masker N95 dalam mencegah penularan berbagai virus, termasuk Covid-19.

Dikutip dari situs Universitas Cambridge, para peneliti menguji keefektifan kain yang berbeda dalam menyaring partikel antara 0,02 dan 0,1 mikrometer, seukuran dengan sebagian virus. 

Penelitian dilakukan dengan kecepatan partikel yang cukup tinggi, yakni sebanding dengan batuk atau napas berat. Mereka juga menguji N95 dan masker bedah, yang lebih umum digunakan dalam pengaturan perawatan kesehatan.

Karena kekurangan masker N95 pada saat itu, beberapa peneliti melaporkan bahwa mereka bereksperimen dengan memasukkan kantong vakum filter HEPA ke dalam masker.

Para peneliti menemukan bahwa kantong vakum tersebut baik yang sekali pakai atau yang dapat digunakan kembali, mampu efektif dalam menangkal partikel-partikel kecil.

Dengan adanya peneltian ini penjualan di berbagai toko online-pun kian ramai tersedia, dimaksudkan sebagai alat pencegahan saat pandemi virus corona.

Apakah masker dengan filter HEPA bisa menangkal virus corona?

Kebocoran di sekitar filter dapat menyebabkan terlalu banyak udara yang tidak difilter masuk ke dalam tubuh. Jadi terbayang kan kalau filter HEPA yang nggak efektif digunakan pada masker?

Dilansir dari engineering.com, filter HEPA, dengan nano-porosity-nya dianggap sebagai opsi yang sangat aman untuk virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. 

Meskipun, dapat dibayangkan bahwa cukup banyak partikel virus yang dapat melayang di udara baik dalam tetesan yang sangat kecil atau sendiri di sekitar sumber infeksi, belum ditemukan penelitian yang secara meyakinkan menemukan filter ini menghentikan penyebaran Covid-19. 

Oleh karena itu, rekomendasi untuk menggunakan filter HEPA dibuat dengan kewaspadaan yang berlebihan.

Sebagai informasi, sebuah penelitian menunjukkan jumlah virus yang encer, seperti ribuan yang mengambang di sekitar ruangan, dapat dianggap sebagai “viral load” yang cukup kecil yang tidak menyebabkan infeksi atau infeksi yang begitu ringan sehingga korban tidak memiliki gejala.

Jadi, pada akhirnya, meskipun HEPA mungkin tidak terbukti secara signifikan memperlambat atau menghentikan penyebaran jika Covid-19, penggunaan filter ini bisa dipertimbangkan namun bukan sebagai masker tapi digunakan untuk perlengkapan rumah yang mengandung filter HEPA seperti AC atau Air Purifier. 

Masker berkantong HEPA membahayakan kesehatan 

Salah satu peneliti, Eugenia O'Kelly dari Fakultas Teknik Cambridge, melaporkan bahwa mereka bereksperimen dengan memasukkan kantong vakum filter HEPA ke dalam masker.

Para peneliti menemukan bahwa kantong tersebut bik yang sekali pakai maupun tidka efektif dalam memblokir partikel-partikel kecil.

Namun para peneliti menyatakan bahwa knatong filter HEPA sekali pakai tidak boleh digunakan sebagai masker wajah. Karena, ada komponen yang mungkin terlepas saat pemotongan, dan mungkin mengandung bahan yang tidak aman jika terhirup.

"Ini masalah menemukan keseimbangan yang tepat - kami ingin bahannya efektif dalam menyaring partikel, tetapi kami juga perlu tahu bahwa mereka tidak membuat para pengguna masker berisiko menghirup serat, yang bisa membahayakan kesehatan," kata Eugenia O'Kelly.

Jadi bila hendak membeli maupun memakai masker yang ada filter HEPA harap untuk mempertimbangkan bahayanya bagi kesehatan.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati