Netral English Netral Mandarin
04:07wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Baim Wong Minta Maaf ke Kakek Suhud, Kelahiran Kenzo Eldrago Bawa Sial?

Rabu, 13-Oktober-2021 10:48

Baim Wong:
Foto : Tribun/
Baim Wong:
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Artis Baim Wong mengaku salah telah emosi kepada Kakek Suhud Arif dan menyebutnya pengemis. Pernyataan maaf itu disampaikan Baim langsung melalui unggahan Instagramnya. 

"Maap untuk kesalahan saya.. 

Untuk Kakek Suhut .. 

Maap ya... saya salah..," kata Baim, dikutip dari unggahannya, Rabu (13/10/2021).

Suami dari Model Paula Verhoeven ini menyadari, seharusnya dirinya bisa lebih sopan. Melalui kasus ini Baim mengaku banyak belajar, apalagi bersamaan di momen kelahiran anak keduanya, Kenzo Eldrago Wong. 

"Kalau memang diijinkan.. 

Insyaallah nanti kalau bisa, saya mau ketemu untuk bilang langsung.. 

Sekali Ig maap Pak..," ucap bapak dua anak ini.

Lebih lanjut Baim memberikan pesan khusus pada Kenzo, dimana kasus ini terjadi dimomen kelahirannya. Baim yakin, nantinya Kenzo bisa menjadi anak yang kuat, sesuai harapannya.

"Jangan bilang karena km lahir ,papah jd begini.dan bilang ini kesialan  

Kebalikannya sayang..," kata Mantan Kekasih Marshanda ini.

Baim malah bersyukur atas kejadian yang tengah ramai diperbincangkan orang. Baim bahkan merasa tidak salah menamai anak keduanya Eldrago, yang bisa mengajarkan Baim untuk bisa lebih menghargai kehidupan. 

"(Emoticon hati) anakku... 

Maap ya semuanya..," tulis Baim.

Baim merefleksikan bahwa melalui kelahiran Kenzo Eldrago jadi momen belajar. Ketika Allah kasih teguran untuknya, berarti Allah masih sayang dengan Baim.

"Ga ada perasaan yg lebih senang daripada sekarang.. Ga henti2nya saya Bersyukur untuk bilang Alhamdulilah ..," ujar Sahabat Raffi Ahmad ini.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani