Netral English Netral Mandarin
00:45wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Bakal Ada Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Dana BOS-BOP di SMKN 53 Jakbar

Jumat, 23-Juli-2021 09:00

Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat
Foto : Istimewa
Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Kejari Jakarta Barat Dwi Agus Afrianto mengatakan, tak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam dugaan kasus penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Tahun Ajaran 2018 di SMKN 53 sebanyak Rp. 7,8 miliar.

"Hasil gelar perkara kemarin bersama auditor BPK ada kemungkinan ada tersangka baru dari pihak swasta," kata dia di gedung Kejari Jakarta Barat, Kamis (22/7/2021).

Dwi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil audit terakhir dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Masih dalam proses audit dari pihak BPK dan kami masih menunggu proges dari auditor," jelasnya.

Dwi memastikan, pihaknya akan semaksimal mungkin dalam mengungkap kasus korupsi ini. Sebab pihaknya memerlukan waktu untuk proses penyidikan.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta Barat inisial W dan mantan staf Sudin Pendidikan 1 Jakarta Barat inisial MF ditetapkan sebagai tersangka.

Namun hingga kini, keduanya belum ditahan.

Menurut Dwi, alasan belum dilakukan kepada kedua tersangka lantaran masih menunggu pernyataan dari pihak auditor hingga dinyatakan ada kerugian negara yang telah dilakukan kedua tersangka.

"Kami masih butuhkan pernyataan dari pihak auditor, kami ingin ada suara yang nyatakan bahwa telah terjadi kerugian negara dan harus dibuktikan dari auditor BPK," paparnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Barat mengungkap kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang dilakukan oleh salah satu oknum kepala sekolah dan mantan staf Sudin Pendidikan Jakarta Barat I.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat Dwi Agus Afrianto mengungkapkan, total dana BOP dan dana BOS yang disalahgunakan mencapai Rp. 7,8 miliar.

"Hasil gelar perkara telah tentukan dua tersangka pertama W, mantan Kepala Sekolah SMK 53 Jakarta Barat. Kedua MF, staf Sudin Pendidikan Jakarta Barat I," ungkap dia di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Dana BOP dan dana BOS yang disalahgunakannya itu seharusnya diperuntukan untuk keperluan operasional SMK Negeri 53 Jakarta Barat 2018.

Adapun, rincian dana operasional yang disalahgunakan ialah dana BOS sebesar Rp. 1,3 miliar dan dana BOP sebesar Rp. 6,5 miliar lebih.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP