3
Netral English Netral Mandarin
09:30 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Balas Cuitan Andi Arief Soal Propaganda Vaksin, Putri Cebong: Lebih Asik Omongin Sabu dan Kondom

Sabtu, 30-January-2021 13:43

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief
Foto : Istimewa
Politisi Partai Demokrat, Andi Arief
0

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Akun yang diduga buzzerp pemerintah Putri Cebong menanggapi tudingan politisi Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut banyak propaganda soal vaksin Covid-19.

Akun yang selalu menyentil keras akun lain yang mengkritisi pemerintah itu mengatakan, tak asyik ngomongin pemerintah yang sudah kerja keras menangani Covid-19.

Ia pun meminta Andi ngomong soal sabu dan kondom.

"mas ...ga assikk ahh ngomongin pemerintah yg sdh kerja keras nanganin Covid, Lebih Assiik kita ngomongin sabu & kondom gerigi aja mas," kata Putri Cebong dalam akun Twitternya.

Sebelumnya Andi Arief mengatakan pemerintah terlalu banyak menyampaikan informasi terkait vaksin yang belum jelas kepastiannya.

Andi Arief menyebut masalah rakyat sebenarnya saat ini adalah kepastian jadwal vaksin yang diberikan untuk agar tidak terlalu lama lagi menunggu.

Kemudian, Andi Arief juga mengaku prihatin kepada anak-anak di Indonesia yang masih belum bisa belajar tatap muka di sekolah, dan prihatin soal kerentanan terpaparnya virus pada orang tua yang umurnya sudah di atas 60 tahun.

Hal tersebut disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter resmi @Andiarief__ pada Selasa, 26 Januari 2021.

"Pemerintah terlalu banyak ber-propaganda soal vaksin. Persoalan sesungguhnya kapan vaksin itu bisa diberikan pada rakyat, berapa lama lagi harus menunggu. Bagaimana nasib anak-anak kami yang bersekolah dan para orang tua yg umurnya di atas 60 tahun. Tega benar sama rakyatnya , ”kata Andi Arief.

Selain itu, Andi Arief juga memberikan sindiran kepada pemerintah jika tidak sanggup lagi berhubungan pandemi Covid-19.

"Kalau pemerintah menyerah dan letoy menghadapi pandemi ini, lambaikan tangan ke kamera," imbuhnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli