Netral English Netral Mandarin
20:11wib
Kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan adanya tren peningkatan. Polisi tidak menilang pengendara mobil-mobil mewah yang sengaja berhenti di Tol KM 02.400 Andara (Jalan Tol Depok-Antasari), Minggu (23/1/2022).
Bandara Kualanamu Tak Dijual Pihak Asing, Denny: Jadi kalau Elit-Elit Demokrat Teriak, Mereka Pintar atau Bego?

Minggu, 28-November-2021 08:09

Ilustrasi Bandara Kualanamu
Foto : Istimewa
Ilustrasi Bandara Kualanamu
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik tudingan Bandara Kualanamu yang disebut-sebut dijual ke pihak asing menarik perhatian pegiat media sosial Denny Siregar. 

Ia membuat tulisan khusus  menanggapi tudingan tersebut. 

"Yang dijual adalah "hak kelolanya" bukan bandaranya. Bandara tetap milik kita, aset negara. Jadi, kalau ada elit2 Demokrat dan Said Didu teriak, "Pemerintah jual bandara ke pihak asing !" kira-kira mereka itu pintar atau BEGO ya?" kata Denny Siregar. 

Berikut catatan lengkap Denny Siregar, yang dinukil NNC dari  akun FB-nya, Minggu 28 November 2021.  

ELIT PARTAI YANG BEGO BEGO..

Menjelaskan penjualan bandara Kualanamu ini harus dengan bahasa sederhana...

Anggap begini. Kita punya ruko. Dari hasil ruko itu kita dapat penghasilan 1 juta rupiah perbulan. Oke, kita mau kembangkan usaha. Ruko mau dijadikan 4 tingkat , supaya pendapatan nambah 4 juta rupiah perbulan. 

Untuk biaya bangun, kita butuh 3 juta rupiah.

Nah, kita cari partner yang mau usaha bersama dan punya duit untuk bangun ruko 4 tingkat sebesar 3 juta rupiah. Kita, sebagai pemilik ruko, kemudian membuat perusahaan baru yang akan kelola ruko itu, anggap namanya perusahaan X. Perusahaan X ini hanya punya hak kelola, bukan punya ruko. Ruko tetap milik kita.

Di perusahaan X ini kita punya saham mayoritas 51 persen. Sisanya kita tawarkan ke orang yang mau beli 49 persen saham, seharga 500 ribu rupiah. Tapi orang itu juga harus punya duit 3 juta rupiah untuk bangun ruko tambahan. Ini yang dinamakan DIVESTASI.

Oke, udah mulai ngerti ? Sebagai pemilik ruko kita mengeluarkan surat, bahwa perusahaan X - dimana kita juga punya saham 51 persen - berhak mengelola ruko saya selama 25 tahun. Nanti sesudah 25 tahun, perusahaan X tidak lagi bisa kelola ruko karena saya sebagai pemilik ruko akan kelola sendiri. Ini yang dinamakan sistem BOT atau Build Operate Transfer.

Rugikah kita sebagai pemilik ruko ?? Ngga dong. Kita malah untung. Kita dapat untung dari penjualan saham sebesar 500 ribu rupiah. Uang ini akan kita belikan tanah lagi untuk beli ruko. Selain itu, nanti sesudah 25 tahun, ruko kita akan jadi 4 lantai. Usaha kita berkembang dengan modal dari orang lain, bukan uang sendiri.

Inilah yang terjadi di penjualan Bandara Kualanamu Deli Serdang. Yang dijual adalah "hak kelolanya" bukan bandaranya. Bandara tetap milik kita, aset negara.

Jadi, kalau ada elit2 Demokrat dan Said Didu teriak, "Pemerintah jual bandara ke pihak asing !" kira-kira mereka itu pintar atau BEGO ya? 

Kalau pintar, seruput dulu kopinya.. 

Denny Siregar

Pernyataan Jansen Sitindaon

Denny Siregar juga mengunggah tangkapan layar berita yang menyoroti pernyataan politikus Jansen Sitindaun. 

Dinukil Terkini.id, Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang disebut-sebut saat ini tidak sepenuhnya milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Angkasa Pura II (Persero).

Diketahui 49% sahamnya sudah dijual kepada pihak asing yaitu GMR Airport Internasional yang berbasis di India. Sehingga AP II masih memiliki 51% saham di bandara tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon juga ikut buka suara soal hal tersebut.

Ia meminta kementerian BUMN untuk memberikan penjelasan secara rinci soal Bandara Internasional Kualanamu.

"Gimana maksudnya ini ya? Sbg anak Sumut & sejak dulu banyak mosting soal Kualanamo saya minta penjelasan lebih terang dikit dr teman2 @KemenBUMN soal ini," ujarnya melalui akun  Twitter @jansen_jsp, Kamis 25 November 2021.

Lebih lanjut, ia mengatakan selama ini bandara yang diresmikan SBY tersebut terlihat baik-baik saja.

"Saya lihat selama ini Kualanmo baik2 saja sejak dibangun dr zaman pak SBY sampai skrg. Memang rencananya mau dibuat gmn lagi?," sambungnya.

Sebagai informasi, Bandara Internasional Kualanamu ini merupakan objek vital yang diresmikan operasionalnya pada 2014 lalu oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi